“Perbaikan untuk pasar Pandansari dan pasar Sepinggan dianggarkan lebih dari Rp1 miliar. Saat ini dalam proses lelang proyek,” kata Saufan, Senin (11/6).
Khusus untuk perbaikan pasar Pandansari sebenarnya membutuhkan anggaran Rp25 miliar sesuai dengan Detail Engineering Design (DED). “Kalau anggaran DAK itu rencananya untuk perbaikan di lantai 2 agar bisa digunakan pedagang,” ujarnya.
Sedangkan untuk pasar Sepinggan, Saufan mengaku masih mencari investor dan uji kelayakan. Pasalnya, pasar yang terletak di kecamatan Balikpapan Selatan itu diproyeksikan akan dikelola oleh pihak ketiga.
“Sebenarnya sudah ada investor dari Surabaya yang melirik. Tapi kami perbaiki dulu fisik bangunan yang rusak, agar nyaman bagi pedagang dan pengunjung,” jelas mantan Dirut PDAM Tirta Manggar ini.
Investor, lanjut Saufan, juga tengah mencari model kerja samanya untuk pasar Sepinggan. “Kalau investor yang sebelumnya malah mundur karena mereka merasa agak kesulitan. Jadi kami tawarkan ke investor lain,” ucapnya tanpa menjelaskan kesulitan yang dimaksud.
Ketika disinggung mengenai keberadaan pasar Karang Joang yang sepi pengunjung, Saufan beralasan karena keberadaan pasar di kilometer 7 dan pasar malam.
“Karena masyarakat lebih memilih pasar terdekat meski pasar di Km 7 itu ilegal karena pengelolanya tidak mengajukan izin dan kami juga belum ada rencana membangun pasar di kawasan itu,” ujarnya.
Sehingga dirinya menginginkan pedagang di pasar Km 7 dipindahkan ke pasar Karang Joang yang terletak di Km 12 kecamatan Balikpapan Utara. Hanya saja niatan itu terkendala minimnya fasilitas pasar Karang Joang, seperti ketersediaan air dan listrik. (hn518)