Namun jika ada faskes tingkat pertama yang tidak membuka layanan kesehatan, maka peserta bisa mengakses ke Unit Gawat Darurat atau UGD yang ada di Rumah Sakit. “Beberapa rumah sakit seperti RS Beriman, RSKD termasuk Klinik Ibnu Sina telah berkomitmen memberikan pelayanan,” sebutnya.
Sedangkan untuk pelayanan administrasi yang tidak bisa ditunda para peserta yang mudik seperti pembayaran iuran, bisa dilakukan di kantor BPJS Kesehatan Balikpapan. Itu dilakukan selama masa cuti lebaran berlangsung.
“Kami telah siapkan SDM-nya untuk melayani administrasi maupun aktivasi denda layanan. Jadi nanti di kantor ada yang piket sejak jam 8 pagi sampai 12 siang dan itu dimulai pada tanggal 11 sampai 14 kemudian disambung 19 sampai 21 Juni nanti,” bebernya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati menjelaskan, selain komitmen membuka pelayanan di fasilitas kesehatan, pihaknya juga menempatkan tim kesehatan di beberapa posko mudik. “Kami tempatkan tim di poskotis Manggar, Karang Joang dan Kariangau agar tidak ada permasalahan krusial dalam pelayanan kesehatan di Balikpapan,” ungkapnya.
Pasalnya, kota berjuluk Beriman dan Madinatul Iman ini kerap dikun-jungi warga luar daerah ketika musim libur lebaran. Terutama mendatangi berbagai destinasi wisata maupun bertandang ke rumah sanak keluarga dan kerabat. “Kami juga berkomitmen Puskesmas 24 jam tetap memberikan pelayanan kesehatan mulai H-7 dan beberapa sarana kesehatan beroperasi mulai lebaran hingga pada H+7 Idulfitri sesuai Surat Keputusan dari Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Adapun tujuh Puskesmas yang beroperasi 24 jam diantaranya Puskesmas Manggar Baru, Pus-kesmas Karang Joang, Puskesmas Kariangau dan Puskesmas Klandasan Ilir, Puskesmas Sepinggan, Pus-kesmas Baru Ulu dan Puskesmas Mekar Sari. (hn518)