“Informasinya karena stok ayam potong kurang. Nanti akan kita kroscek langsung ke hulunya. Termasuk ke distributor karena pasar hanya sebatas hilir yang menjual ke konsumen,” kata Rahmad, Rabu (16/5).
Kenaikan harga menghadapi Ramadan ini menurutnya masih dalam batas toleransi. “Kan ada juga yang turun harga seperti bawang merah. Awalnya Rp45 ribu, sekarang jadi Rp35 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Sedangkan harga beras dan minyak, lanjut Rahmad, lebih murah di swalayan ketimbang pasar tradisional. Sehingga lebih memberi alternatif, dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Jangan sampai orang menganggap bahwa Balikpapan ini adalah kota berbiaya hidup tinggi di Indonesia. Makanya kita berupaya terus menekan gejolak harga,” ujarnya.
Rahmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi selama Ramadan. Pasalnya, perilaku itu turut menyumbang kenaikan harga komoditas.
“Kalau puasa itu biasanya lapar mata, semua mau dibeli dan ujung-ujungnya malah mubazir. Ini juga berimplikasi pada tingkat inflasi karena stok sembako terus berkurang. Sedangkan permintaan sangat tinggi. Belanjalah dengan hemat dan sesuai keperluan,” demikian Rahmad. (hn518)