“Saya juga belum tahu progres proyek Waduk Teritip karena sampai saat ini pelayanan dan kualitas air PDAM masih seperti dulu. Di rumah saya yang berada di dataran rendah Kampung Baru saja harus pakai mesin, supaya air PDAM bisa mengalir,” kata dia, ditemui di ruang Komisi III, Jumat (4/5).
Padahal, menurut Baharuddin Daeng Lala, dia bersama pelanggan lainnya selalu rutin membayar tagihan rekening PDAM setiap bulan. “Makanya, setiap kami reses, selalu saja masyarakat mempertanyakan pelayanan PDAM termasuk pemasangan sambungan baru,” ujarnya.
Terkait sambungan baru, Daeng juga mempertanyakan mengenai keberadaan pipa induk karena sering kali menjadi hambatan bagi calon pelanggan. “Kalau sudah tersambung, bagaimana airnya? Bagus jika jernih, bagaimana kalau kuning juga? Percuma saja Balikpapan disebut kota Nyaman,” kritik Daeng Lala.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Umum PDAM Tirta Manggar, Gazali Rakhman menyadari jika pelayanan PDAM belum maksimal karena terbatasnya air baku, yang tersedia di Waduk Manggar KM 12. “Kami sadari itu, makanya saat ini PDAM berupaya keras agar Instalasi Pengolahan Air di Waduk Teritip sebesar 200 liter per detik, bisa selesai tahun ini dan dioperasikan di 2019,” ucapnya.
PDAM juga tengah melakukan penambahan jaringan pipa induk untuk 3.000 pelanggan baru. Sedangkan biayanya seperti di kawasan perumahan, biaya penambahan pipa induk, ditanggung pengembang. “Jumlah penduduk kan semakin meningkat makanya kami memerlukan juga sumber air baku yang ada di daerah sekitar kita. Seperti di kabupaten Penajam dan Kutai Kartanegara,” ungkapnya.
Untuk itu, PDAM telah melakukan kajian komprehensif dan mengomunikasikan kepada pemerintah di kedua kabupaten tersebut. “Bisa saja kita membeli ke daerah tetangga kita,” ujarnya.
Sedangkan untuk pemasangan sambungan baru, lanjut Gazali, pada tahun ini dibatasi hingga 3 ribu calon pelanggan saja, dengan syarat sesuai Perwali Nomor 19 Tahun 2010 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.
“Salah satu syarat yang harus dipenuhi pelanggan yakni memiliki IMB. Kalau adanya aduan mengenai air kuning, ya jangan digeneralisir seolah-seolah semua pelanggan merasakan hal yang sama. Lihat dulu kawasan mana, karena bisa saja akibat adanya perawatan dan itu sifatnya sementara saja,” kilahnya. (hn518)