Proses Penyusunan AMDAL, PT Pertamina Bina Medika IHC, Persilakan Masyarakat Sampaikan Saran Pendapat dan Tanggapan
2 menit baca563 kali dibaca

Rumah Sakit Panorama Tipe C Balikpapan merupakan rumah sakit yang memiliki fasilitas dan pelayanan yang lebih sederhana dibandingkan dengan rumah sakit tipe A atau B. Namun, rumah sakit tipe C tetap memiliki beberapa kegiatan utama dan pendukung dalam operasionalnya, di antaranya adalah:
Kegiatan utama:
• Pelayanan medis: Meliputi pemeriksaan dan perawatan medis, pengobatan, pemberian obat, tindakan medis, dan tindakan bedah.
• Pelayanan keperawatan: Meliputi perawatan pasien, pemantauan kondisi pasien, pemberian obat, dan tindakan keperawatan lainnya.
• Pelayanan gawat darurat: Meliputi penanganan kasus darurat, seperti kecelakaan, luka bakar, serangan jantung, dan sebagainya.
• Pelayanan diagnostik: Meliputi pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan pencitraan medis lainnya.
Kegiatan pendukung:
• Pelayanan farmasi: Meliputi pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat-obatan.
• Pelayanan kebersihan dan sanitasi: Meliputi pembersihan ruangan, pelayanan laundry, pengelolaan limbah medis, dan sanitasi lingkungan.
• Pelayanan teknis: Meliputi perawatan dan pemeliharaan fasilitas dan peralatan medis.
• Pelayanan administratif: Meliputi pengelolaan data pasien, pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, dan sebagainya
Semua kegiatan tersebut harus dilakukan dengan baik dan terkoordinasi secara efektif untuk memastikan Rumah Sakit Panorama Tipe C Balikpapan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi pasien
Rumah sakit adalah salah satu tempat yang menghasilkan limbah berbahaya dan tidak sehat. Oleh karena itu, pengelolaan limbah menjadi hal yang sangat penting dalam operasional rumah sakit. Beberapa alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk pengelolaan limbah di rumah sakit adalah sebagai berikut:
a) Limbah cair domestik: Teknologi yang dapat digunakan untuk mengelola limbah cair domestik di rumah sakit adalah sistem pengolahan air limbah (WWTP). WWTP dapat menggunakan beberapa teknologi seperti pengolahan lumpur aktif, pengolahan anaerobik, pengolahan aerobik, dan lain-lain.
b) Limbah padat domestik: Teknologi yang dapat digunakan untuk mengelola limbah padat domestik di rumah sakit adalah dengan menggunakan incinerator atau mesin pembakaran. Dalam hal ini, limbah padat akan dibakar dan diubah menjadi abu.
c) Limbah B3 medis dan lainnya: Untuk mengelola limbah B3 medis dan lainnya, rumah sakit dapat menggunakan autoclave, microwave, atau mesin sterilisasi lainnya. Dalam hal ini, limbah B3 akan disterilkan terlebih dahulu sebelum ditampung sementara pada TPS limbah B3 untuk kemudian diangkut oleh pihak ketiga agar dilakukan pengolahan. Namun jika memiliki unit insinerator, pengelola dapat melakukan pengolahan limbah medis B3 secara mandiri.
d) Limbah emisi: Untuk mengelola limbah emisi, rumah sakit dapat menggunakan sistem pengendalian pencemaran udara. Sistem ini terdiri dari beberapa teknologi seperti penggunaan filter, scrubber, dan lain-lain.
Dalam pengelolaan limbah rumah sakit, perlu diperhatikan juga tentang regulasi dan aturan yang berlaku mengenai pengelolaan limbah. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh limbah rumah sakit terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya. (Adv)










