Kamis, 19/09/2019

Soroti Mafia Proyek, KTPD dan LAKI Kukar Gelar Aksi Tutup Mulut di DPRD dan Kantor Bupati

Kamis, 19/09/2019

Suasana aksi saat di kantor DPRD Kukar, Kamis (19/9/2019). (Foto: Reza Fahlevi/korankaltimcom)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Soroti Mafia Proyek, KTPD dan LAKI Kukar Gelar Aksi Tutup Mulut di DPRD dan Kantor Bupati

Kamis, 19/09/2019

logo

Suasana aksi saat di kantor DPRD Kukar, Kamis (19/9/2019). (Foto: Reza Fahlevi/korankaltimcom)

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Komite Transparan Pemerintah Daerah (KTPD) bersama DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kukar menggelar aksi menutup mulut tanpa berorasi. Demo digelar di gedung DPRD Kukar dan Kantor Bupati pada Kamis (19/9/2019) pagi.

Aksi ini menyoroti praktik culas lelang proyek di lingkungan Pemkab Kukar. Lengkap dengan topi dan masker, sekitar 20 peserta aksi mengangkat banner bertulisan “aksi tutup sungut, muyak dah kami ncarang, asap kabut korupsi mafia proyek maseh menyelimuti Kukar”.

Dalam Isi pernyataan sikap dan tuntutannya, massa menyuarakan banyak keluh kesah pengusaha-pengusaha lokal yang termarjinalkan dan tidak mendapat pekerjaan lantaran enggan mengikuti pola penuh rekayasa dalam memenangkan lelang proyek.

LSM ini meminta agar DPRD Kukar membentuk panitia khusus untuk mengusut praktik mafia proyek tersebut.

Politikus Gerindra, Alif Turiadi, mengaku sepakat dengan tuntutan massa tersebut, sepanjang itu memang untuk melindungi uang rakyat.

“Kita usut kalau memang itu terjadi sesuatu yang tidak baik di Kukar,” ujar  salah satu wakil Ketua DPRD Kukar yang akan dilantik pekan depan itu.

Hanya saja, lanjut Alif, sebelum membentuk pansus itu, dewan harus membentuk unsur pimpinan DPRD beserta Alat Kelenggkapan Dewan (AKD) terlebih dahulu. 

“Kita bentuk dulu pimpinan, alat pimpinan juga terbentuk dan disahkan, baru bisa kita bentuk pansus yang mereka inginkan itu,” pungkasnya.


Penulis: Reza Fahlevi

Editor : M.Huldi

Soroti Mafia Proyek, KTPD dan LAKI Kukar Gelar Aksi Tutup Mulut di DPRD dan Kantor Bupati

Kamis, 19/09/2019

Suasana aksi saat di kantor DPRD Kukar, Kamis (19/9/2019). (Foto: Reza Fahlevi/korankaltimcom)

Berita Terkait


Soroti Mafia Proyek, KTPD dan LAKI Kukar Gelar Aksi Tutup Mulut di DPRD dan Kantor Bupati

Suasana aksi saat di kantor DPRD Kukar, Kamis (19/9/2019). (Foto: Reza Fahlevi/korankaltimcom)

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Komite Transparan Pemerintah Daerah (KTPD) bersama DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kukar menggelar aksi menutup mulut tanpa berorasi. Demo digelar di gedung DPRD Kukar dan Kantor Bupati pada Kamis (19/9/2019) pagi.

Aksi ini menyoroti praktik culas lelang proyek di lingkungan Pemkab Kukar. Lengkap dengan topi dan masker, sekitar 20 peserta aksi mengangkat banner bertulisan “aksi tutup sungut, muyak dah kami ncarang, asap kabut korupsi mafia proyek maseh menyelimuti Kukar”.

Dalam Isi pernyataan sikap dan tuntutannya, massa menyuarakan banyak keluh kesah pengusaha-pengusaha lokal yang termarjinalkan dan tidak mendapat pekerjaan lantaran enggan mengikuti pola penuh rekayasa dalam memenangkan lelang proyek.

LSM ini meminta agar DPRD Kukar membentuk panitia khusus untuk mengusut praktik mafia proyek tersebut.

Politikus Gerindra, Alif Turiadi, mengaku sepakat dengan tuntutan massa tersebut, sepanjang itu memang untuk melindungi uang rakyat.

“Kita usut kalau memang itu terjadi sesuatu yang tidak baik di Kukar,” ujar  salah satu wakil Ketua DPRD Kukar yang akan dilantik pekan depan itu.

Hanya saja, lanjut Alif, sebelum membentuk pansus itu, dewan harus membentuk unsur pimpinan DPRD beserta Alat Kelenggkapan Dewan (AKD) terlebih dahulu. 

“Kita bentuk dulu pimpinan, alat pimpinan juga terbentuk dan disahkan, baru bisa kita bentuk pansus yang mereka inginkan itu,” pungkasnya.


Penulis: Reza Fahlevi

Editor : M.Huldi

 

Berita Terkait

Lokasi CFD Tenggarong Pindah Besok Pagi, SK2 Bakal Bagikan 200 Sapoh untuk Para Pedagang

Pj Gubernur Kaltim Pantau Banjir di Mahulu, Penyaluran Listrik, Bantuan Pangan dan Air Bersih jadi Prioritas Awal

Dukung Gerakan Literasi Desa, Paser Terima Mobil Pusling diJakarta

Warga RT 13 Kelurahan Baru, Tenggarong Berembuk Manfaatkan Dana Rp50 Juta

Setelah Balikpapan, Dinkes Kaltim Siap Vaksinasi Lima Ribu Anak di Kota Samarinda

Dinsos Kaltim Kirim 1.500 Paket ke Mahulu, Kemensos RI juga Segera Beri Bantuan

Ribuan Orang Hadiri Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad di Masjid Al Qadar Tenggarong Siang Tadi

Kecamatan Tabang Diterjang Banjir Imbas Hujan di Hulu Sungai Belayan, BPBD Kukar Turunkan Tim Pantau Potensi Banjir Kiriman dari Mahulu

Hendak Menyeberang Jalan Saat Banjir di Mahulu, Karyawan Warung PHP Sebenaq Meninggal Dunia Pagi Tadi

Aktivitas Warga di Ibu Kota Mahulu Mulai Normal Setelah Sempat Diterjang Banjir

Kerap Mencuri di Rumah Kosong, Warga Perum Handil Kopi Sambutan Diciduk Polisi

Pabrik Smelter di Sangasanga Kembali Terbakar, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Tanjung Redeb Habiskan Anggaran Rp23,7 Miliar

Pengembangan Lahan Kakao Berau Baru 500 Hektare, Kelompok Tani Diminta Tak Alih Fungsikan Lahan

Ketergantungan Kaltim pada Sektor Pertambangan jadi Sorotan

Petani Kakao di Berau Diminta Bermitra dengan Perusahaan

Libatkan 14 Perusahaan, Disnaker Samarinda Buka Job Fair Pekan Depan

Aplikasi Perjalanan Dinas Dikritisi Anggota DPRD Samarinda, Sebut Jalan-Jalan untuk Adopsi Tata Kota

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.