Segera saja Yves bergegas ke pantai untuk mengabadikan penguin itu sebelum bergabung dengan penguin lainnya.
Angsa gempal yang mencolok ini memiliki perut berwarna hitam, bukannya putih mencolok seperti biasanya dan bulu-bulu di lehernya juga tampak berwarna hitam, bukan kuning.
“Saya sangat senang bisa mengabadikan semua ini. Pemimpin ekspedisi saya yang pertama kali melihat burung ini dan dia memberi tahu saya ketika saya kembali dari memimpin tur. Saya sangat gembira,” ujar Yves, fotografer dari Ghent, Belgia itu melansir dari dailymail.co.uk Jumat (22/11/2024) hari ini. “Itu adalah satu dari beberapa koloni ratusan ribu penguin yang memiliki perubahan warna. Saya mencoba mengikuti burung itu karena ia baru saja keluar dari ombak menuju Pantai,” paparnya.
“Saya tahu saya hanya memiliki sedikit waktu untuk memotret burung itu karena burung itu sedang menuju ke arah koloni dan saya tidak ingin mengganggu mereka ketika mereka sedang berkumpul,” imbuh Yves.
“Saya sangat beruntung bisa mendapatkan beberapa foto penguin yang terisolasi ini sebelum ia dikerumuni penguin-penguin lain yang berwarna normal. Melanisme adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi pada burung dan mamalia. Saya pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya pada spesies penguin lain, jadi saya sudah lama ingin melihatnya,” ungkap Yves lagi.
Yves sendiri sedang memimpin ekspedisi untuk Starling Reizen ketika ia mendapat kesempatan untuk memotret penguin yang semuanya berwarna hitam itu. Penampilan penguin ini disebabkan oleh mutasi genetik yang dikenal sebagai melanisme, yang menyebabkan melanin melimpah, membuat bulu-bulunya tampak hitam.
Contoh penguin hitam sangat langka sehingga hanya sedikit atau bahkan tidak ada penelitian yang dilakukan pada subjek ini. Penguin hitam lebih mudah terlihat oleh predator, baik di atas es maupun di dalam air, karena perut mereka yang berwarna putih membantu mereka berbaur saat berenang.
“Saya tidak yakin ada orang yang pernah melihat penguin hitam ini sebelumnya. Musim baru saja dimulai di South Georgia, kami hanya kapal ketiga yang mendarat di sana. Saya harap orang lain juga bisa melihatnya,” papar Yves.
“Saya sangat senang melihat penguin melanistik murni karena ada juga penguin berbintik atau sebagian melanistik. Dari kejauhan, warna hitamnya sangat hitam tetapi ketika Anda mendekat, beberapa tanda di leher dan perutnya terlihat seperti hijau metalik. Ia benar-benar diterima oleh burung-burung lain dan ukurannya sama sekali tidak berbeda,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur