Gangguan secara berulang dan fakta yang diungkapkan mantan karyawan Facebook membuat hal itu terjadi dimana pengguna banyak yang membuang aplikasi yang sudah beberapa tahun bersama mereka itu.
Dilansir dari laman Thesun.co.uk rabu (13/10/2021) hariini, mantan karyawan Facebook, Frances Haugen mengklaim halaman beranda Facebook lebih cenderung mengungkapkan banyak hal terkait ujaran kebencian yang nyatanya itu justru meningkatkan keuntungan.
Haugen juga membocorkan penelitian internal Facebook yang menunjukkan perusahaan tahu Instagram yang berafiliasi dengan Facebook, berbahaya bagi anak-anak.
Banyaknya pengguna Facebook menghapus akun mereka dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna Twitter.
Tidak disebutkan dengan pasti berapa banyak orang yang memilih untuk meninggalkan platform asal Amerika Serikat ini, tetapi jumlahnya disinyalir bisa mencapai ribuan.
Media massa pun ikut meramaikan kehebohan berpindahnya pengguna FB ke Twitter ini.
Dalam blog baru-baru ini untuk MSNBC, seorang penulis bernama Ja'han Jones berpendapat lambatnya pihak eksekutif Facebook mengatasi kerusakan platform mereka jadi alasan kenapa peralihan itu terjadi.
"Sekarang adalah saat yang tepat untuk meninggalkan akun Facebook karena para eksekutif mereka tak memikirkan dampak yang terjadi, hanya berpikir mengenai iklan yang didapat padahal itu sangat kecil," tulis Jones.
Kembali ke Frances Haugen, apa yang disampaikannya mengenai “keburukan” Facebook semata karena Haugen bekerjasama dengan Wall Street Journal (WSJ).
Haugen memberikan dokumen yang digunakan dalam penyelidikan WSJ dan sidang senat tentang bahaya Instagram terhadap remaja terutama para gadis.
Haugen, mantan manajer produk di perusahaan FB, akan memberikan bukti kepada Komite Bersama Parlemen Inggris tentang rancangan RUU Keamanan Online Senin (25/10/2021) pekan depan dilanjutkan setelah pada 5 Oktober lalu sudah memberikan kesaksian.
Kalau apa yang disampaikan Haugen terbukti, maka itu akan menjadi bukti publik pertama yang dia berikan di Eropa mengenai pengalamannya bekerja di perusahaan dan idenya untuk mengatur media sosial.
Hanya saja Facebook sudah memberikan ketegasan kalau cerita Haugen mengandung kepalsuan.
Namun dengan apa yang terjadi dengan Facebook saat ini sudah pasti menambah sulit situasi mereka dalam beberapa pekan terakhir.
Diketahui pada 9 Oktober lalu Facebook, Instagram dan WA yang diluncurkan Mark Zuckerberg mengalami mati total selama tujuh jam lebih di dunia.
Dengan alasan maintenance atau perbaikan, kondisi serupa kembali terjadi beberapa hari setelahnya yang memicu kekecewaan sampai akhirnya para pengguna berpikir untuk beralih ke Twitter, yang saat gangguan terjadi tak terpengaruh dan diserbu pengguna media sosial. Kekayaan Mark Zuckerberg pun langsung merosok sebesar Rp99,5 Triliun dalam sekejap imbas dari kerusakan FB, IG dan WA tersebut.
Editor: Aspian Nur