Saat penggunaan Zoom meroket selama pandemi, sejumlah serangan muncul di platform konferensi video itu dengan menampilkan video mengejutkan dan konten mengganggu, yang kemudian dikenal sebagai Zoombombing.
Dengan fitur keamanan baru Zoom, pengguna kini dapat menghentikan sementara rapat untuk memblokir konten buruk, dan juga melaporkan Zoombomber ke Zoom.
Saat ini, host dan co-host dapat menjeda rapat dengan mengklik ikon keamanan, lalu klik opsi tangguhkan aktivitas peserta. Setelah diaktifkan, semua video, audio, obrolan dalam rapat, anotasi, berbagi layar dan rekaman akan berhenti.
Selanjutnya, Zoom akan bertanya pada host dan co-host apakah mereka ingin melaporkan pengguna, jika mereka ingin melakukannya, pengguna yang dilaporkan akan dihapus dari rapat mereka. Penyelenggara rapat kemudian dapat melanjutkan pertemuan dan mengaktifkan kembali fitur yang ingin mereka gunakan.
Zoom juga akan mengirim email kepada para penyelenggara rapat untuk mengumpulkan lebih banyak informasi. Fitur baru ini diaktifkan secara default untuk semua pengguna Zoom gratis maupun berbayar.
Tidak hanya penyelenggara rapat, yang dapat melaporkan Zoombombers, kini peserta rapat juga dapat melaporkan pengguna yang mengganggu dengan mengeklik lencana Keamanan di kiri atas. "Kedua fitur baru ini tersedia di desktop Zoom untuk Mac, PC dan Linux, serta aplikasi seluler kami, dengan dukungan untuk klien web dan VDI yang akan hadir akhir tahun ini," ujar Nagel. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Selasa 17 November 2020 dengan judul Zoom punya senjata baru untuk tendang "Zoombombers"