Menurut Luhut, Tesla menanyakan apakah cadangan nikel di Tanah Air akan cukup untuk dikembangkan menjadi industri baterai lithium. Ia lantas menjawabnya dengan mengajak perusahaan milik Elon Musk itu agar menanamkan uangnya di Indonesia.
Luhut mengatakan saat ini Indonesia telah berubah dari negara yang berbasiskan komoditas menjadi negara berbasis hilirisasi. Transformasi tersebut, menurut dia, akan membawa Indonesia menjadi negara yang hebat dan masuk kedalam rantai pasok dunia.
"Kita bisa menjadi negara industrialisasi ke depan karena kita begitu kaya dengan sumber daya yang terus kita olah menjadi ada turunannya," ujar Luhut. Karena itu, ia pun mengajak semua pihak agar mendukung dan kompak dengan rencana tersebut.
Terkait nikel, Luhut dalam beberapa kesempatan sempat menyampaikan keuntungan yang akan diraup Tanah Air apabila meneruskan program hilirisasi ini. Sebelumnya, ia memprediksi program hilirisasi nikel yang dijalankan pemerintah akan menyumbang penerimaan negara hingga 10 miliar Dollar Amerika Serikat dari hasil ekspor.
“Dengan hilirisasi, paling tidak sudah menyumbang tahun ini (2020) perkiraan kami US$ 10 miliar. Kemudian Pariwisata kami harap juga bisa me-rebound kalau bisa naik berapa persen juga akan berdampak ke (ekonomi) kita,” ujarnya dalam Webinar bertajuk Investasi di tengah Pandemi, Sabtu, 25 Juli 2020.
Dia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia tengah berfokus untuk menyasar program hilirisasi hasil pertambangan. Menurut dia, hilirisasi hasil pertambangan akan menjadi program berlanjutan yang dibutuhkan oleh generasi muda ke depan.[]
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, telah tayang di Tempo.co, dengan judul "Luhut Sebut Tesla Berminat Bangun Industri Baterai Lithium di RI," pada Rabu 9 September 2020.