Cara menggunakannya fitur ini mudah saja. Ketuk lebih dulu kolom twit, lalu klik "semua orang bisa membalas" dengan ikon universal (bumi). Kemudian pilih opsi yang dikehendaki, lanjutkan dengan menulis twit yang diinginkan lalu unggah twit tersebut.
Orang yang tidak disebutkan (mention) atau diikuti (follow) oleh pengunggah kicauan tidak akan melihat tanda "reply" di bawah twit. Mereka masih bisa melihat twit tersebut, namun tidak bisa membalasnya.
Orang yang tidak dibatasi masih bisa "nimbrung" percakapan dengan cara me-retweet dengan komentar twit yang dibatasi tersebut.
Kendati reply dibatasi, orang lain masih bisa me-retweet dan menyukai (like) twit tersebut. "Kami belajar banyak dari penggunaan, umpan balik percakapan, dan survei," kata Twitter dalam pengumuman peluncuran fitur.
" Fitur ini membantu beberapa orang merasa lebih aman dan bisa memimpin percakapan lebih bermakna, di sisi lain, orang lain masih melihatnya dari sudut pandang yang berbeda," jelas Twitter, seperti dilansir kompas.com dari Slash Gear, Rabu (12/8/2020).
Twitter mengatakan, fitur ini bisa mencegah potensi twit yang menyinggung. Dengan percakapan yang lebih bermakna, Twitter berharap fitur ini bisa membuat pengguna merasa lebih baik untuk berbagi cerita di Twitter.
Akan tetapi, fitur ini membuat trafik retweet dengan komentar meningkat di linimasa dan justru lebih banyak ketimbang twit yang menggunakan fitur batasan balasan. Pembatasan reply sudah tersedia di Twitter versi web maupun mobile. Twitter mengatakan akan menyempurnakan fitur ini ke depannya, seperti mengundang akun lain untuk bergabung ke percakapan setelah twit pertama diunggah.
Editor: M. Huldi
Berita telah tayang di Kompas.com, Rabu 12 Agustus 2020, dengan judul "Twitter Rilis Fitur Baru untuk Membatasi "Reply"