Garuda Muda sudah kebobolan saat laga baru berlangsung lima menit lewat sundulan Hesan Nafari. Kemudian Iran memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tendangan salto Esmaeil Gholizadeh pada menit ke-63. Kembali lewat sundulan, Indonesia U-20 kebobolan menit ke-70 lewat Mobin Dehgan dan tiga gol tanpa balas untuk kemenangan Iran menandai akhir laga
Kekalahan telak ini pun membuat Indonesia U-20 menempati posisi juru kunci klasemen Grup C dengan poin nol. Sedangkan Iran berhasil melesat ke posisi pertama Grup C dengan torehan tiga poin. Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Uzbekistan pada Minggu (16/2/2025) malam lusa.
Indra Sjafri memastikan timnya akan menjalani evaluasi setelah kekalahan ini. Diakuinya hasil laga tidak sesuai harapan bagi Skuad Garuda Nusantara. "Kami akan mengevaluasi tim terlebih dahulu," ujar Indra Sjafri melansir dari laman pssi.org.
Indra mengungkapkan anak-anak asuhnya buruk dalam mengantisipasi bola-bola atas dan skema bola mati Iran. Kebanyakan, peluang dan gol Iran di laga ini lahir dari situasi tersebut. "Antisipasi bola-bola atas kami di laga ini buruk. Begitu juga ketika duel satu lawan satu kami kurang maksimal. Iran memiliki bola-bola atas dan umpan-umpan silang yang bagus," sebutnya.
Indra juga mengungkapkan, para pemainnya gagal memanfaatkan beberapa peluang yang didapat di laga ini. Padahal, dalam beberapa kesempatan, skuad Garuda Muda bisa mencetak gol. "Kami punya kecepatan untuk melakukan serangan balik, dan ada beberapa kali bisa membuat peluang. Sayang, kami tidak bisa mencetak gol," ucap Indra.
Editor: Aspian Nur