Di Stadion Manahan Solo, ambisi besar Borneo FC untuk mengangkat trofi Piala Presiden 2024 pupus karena kalah lewat drama adu penalty dengan skor akhir 4-5 setelah dalam waktu normal kedua tim bermain imbang 1-1. Arema FC unggul lebih dulu menit 49 lewat gol William yang disamakan penyerang Borneo FC Leonardo Gaucho menit 62. Borneo FC kehilangan Stefano Lilipaly menit 86 karena dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap William hasil cek VAR.
Tak ada gol tambahan, laga langsung berlanjut dengan adu penalty dan diadu tos-tosan ini semua pemain asing Arema yang jadi penendang berhasil sementara Ronaldo Rodrigues yang jadi penendang ketiga Borneo FC gagal.
Hasil itu membuat Arema FC layak dinobatkan sebagai rajanya Piala Presiden karena sebelumnya sudah juara di musim 2017, 2019 dan 2022 sekaligus kemenangan ketiga arek-arek Malang atas Borneo FC di final Piala Presiden.
Pelatih Arema FC Joel Cornelli tak memungkiri kalau dirinya sangat senang dengan hasil yang didapat. Ia berharap kesuksesan di Piala Presiden 2024 menjadi awal perjalanan baiknya di Arema FC.
"Ini turnamen yang sulit. Musim lalu tim ini tidak menjalani musim yang baik dan musim ini kami harus memulihkan keadaan," kata Joel usai laga. "Kami harus mengembalikan kepercayaan diri Arema di musim ini, setelah itu mereka harus percaya dengan kualitas diri mereka," sambungnya.
Menurutnya kepercayaan diri para pemain di atas lapangan meningkat selama tampil di Piala Presiden 2024 ini. Joel Cornelli sangat mengapresiasi semua pihak yang ada karena turut serta dalam kesuksesan timnya menjadi juara Piala Presiden 2024. "Pertandingan terakhir cukup sulit. Final ini saya pikir kami memang layak menang, tanpa mengurangi rasa hormat bagi tim lawan. Seluruh tim bekerja dengan luar biasa. Sekarang kami akan menikmati kemenangan ini. Kami juga tak sabar menanti Liga 1" ucap Cornelli.
Pelatih asal Brasil tersebut mengaku menemukan kerangka serta ramuan tim yang tepat untuk mengarungi Liga 1 2024/25.
"Hingga di final ini kami melalui berbagai proses, latihan terus-menerus dan menjadi juara. Saat di semifinal saya sudah punya tim inti," tegasnya.
Sementara Pelatih Borneo FC Pieter Huistra tetap bersyukur atas hasil yang didapat. Terlebih ia menilai kalau timnya tidak bermain buruk dan masih menjaga rekor belum terkalahkannya di waktu normal.
Hasil ini juga menjadi modal Borneo FC dalam menjalani Liga 1 2024/25 yang akan bergulir dalam waktu dekat. Ia bertekad untuk bisa melebihi catatan di musim lalu.
"Ini suatu kebanggaan bagi kami, karena kami belum terkalahkan, meski di final kalah adu penalti. Kami semakin percaya diri menatap musim depan karena terus berproses," kata Huistra.
Editor: Aspian Nur