Ini merupakan kekalahan kedua dari lawan yang sama untuk Borneo FC setelah pada kompetisi regular kalah telak 0-4 di Batakan yang jadi “pembuka jalan” kekalahan demi kekalahan tim dari Kota Tepian yang sempat memegang rekor 19 kali kemenangan beruntun dan berada di puncak klasemen Liga 1 tersebut sebelum Championship Series bergulir.
Bermain buruk di babak pertama, sejatinya Borneo FC tampil menekan pada babak kedua setelah masuknya Wiljan Pluim. Namun gelandang serang itu mengalami cedera sehingga digantikan Muhammad Taufany Muslihuddin yang nyatanya tak mampu jadi penyeimbang tim, justru jadi muara terciptanya gol Sapeh Kerap pada menit 75 babak kedua. Taufany Muslihuddin tak mampu mengimbangi kecepatan lari Riski Afrisal yang membuatnya melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Kedua pemain sebenarnya berlabel timnas Indonesia, Dimana Taufany punggawa Garuda Muda di SEA Games 2023 di Kamboja sementara Riski alumni Piala Dunia U-17 2023. Hugo Gomes yang jadi eksekutor sukses mengecoh gerak kiper Borneo yang dikawal Angga Saputro.
Meski kalah namun pelatih Borneo FC Pieter Huistra tak kehilangan optimisme. Pria asal Belanda itu optimistis, timnya bakal bisa membalikkan keadaan pada leg kedua. "Hasil ini berat buat kami. Namun, masih ada pertandingan kedua," ucap Huistra.
Menurut Huistra, laga kontra Madura United sama sekali tak mudah bagi timnya apalagi tuan rumah mampu menguasai jalannya babak pertama. "Baru setelah jeda usai babak pertama saya bisa membuat sejumlah perubahan dan tim ini bermain lebih bagus," tutur Huistra.
Sementara caretaker pelatih Madura United Rakhmad Basuki mengakui laga melawan Borneo berat. "Pertandingan yang sangat berat, kedua tim tampil sangat baik," kata Basuki.
"Tapi kami tampil dalam performa terbaik, Alhamdulillah kemenangan akhirnya bisa kami rebut," sebutnya.
Editor: Aspian Nur