Namun di sepertiga akhir musim, Dewa United FC bangkit lagi. Kini mereka malah sedang bersaing ketat untuk memperebutkan satu tiket terakhir ke fase Championship Series bersama Madura United dan PSIS.
Borneo FC tampil stabil di 3/4 musim. Anak asuh Pieter Huistra menguasai pucuk klasemen selama berbulan-bulan. Klub asal Samarinda ini pun seolah tak tertandingi dan menjadi tim pertama meraih tiket babak empat besar.
Uniknya, pada empat pekan beruntun di akhir musim, Stefano Lilipaly dkk malah tak pernah meraih kemenangan. Ironisnya dua kali mereka dipaksa bertekuk lutut di kandang oleh Madura United dan Arema FC.
Kubu Pesut Etam, julukan Borneo FC, berdalih rotasi pemain untuk memberi istirahat pemain inti yang telah terkuras mengantar tim sebagai juara Regular Series. Namun saat duel dengan Dewa United FC nanti, Borneo FC harus mengembalikan marwah kebesarannya.
Hasil imbang atau kemenangan berguna untuk mengangkat kembali moral pemain Borneo FC sebelum bertarung di Championship Series. Jika Borneo FC kalah dari Dewa United FC bakal jadi bumerang. Karena Egy Maulana Vikri cs bisa saja jadi tim terakhir lolos ke fase lanjutan.
Dilansir dari bola.com pada Senin (29/4/2024), poin akhir Dewa United FC bisa mentok di angka 54 alias menyamai Madura United. Dengan syarat, PSIS digebuk Persija di Jakarta. Jika skenario itu terjadi, maka Borneo FC sebagai peringkat satu akan dua kali berhadapan lagi dengan Dewa United FC ranking ke empat tampil di Championship Series. Kini tergantung Borneo FC, apakah akan mengajak atau mendepak Dewa United FC?.
Editor: Maruly Z