Kontribusi gemilang lainnya datang dari Mateo Kovacic yang menggandakan keunggulan Man City pada menit ke-72. Meskipun demikian, Luton tidak menyerah begitu saja dan berhasil memperkecil ketertinggalan dengan dua gol yang dicetak oleh Jordan Clark pada menit ke-45 dan 52.
Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar laga Manchester City vs Luton Town di putaran kelima FA Cup 2023/2024.
Kesulitan cetak gol di laga sebelumnya
Sebelum menghancurkan Luton Town dalam pertandingan FA Cup, Manchester City mengalami kesulitan mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir di Premier League. Man City hanya berhasil mencatatkan satu gol dalam pertemuan mereka melawan Chelsea, Brentford, dan Bournemouth.
Pada laga melawan Chelsea di Etihad Stadium, Manchester City harus puas berbagi angka dengan skor akhir 1-1. Meskipun tertinggal oleh gol Raheem Sterling pada menit ke-42, Man City berhasil membalas melalui gol Rodri pada menit ke-83.
Kemudian, Man City berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 berturut-turut atas Brentford di kandang dan Bournemouth di tandang. Erling Haaland menjadi pahlawan bagi Man City dengan mencetak gol tunggal pada menit ke-71 untuk mengamankan kemenangan atas Brentford. Sementara itu, Phil Foden mencetak gol tunggal pada menit ke-24 dalam kemenangan atas Bournemouth.
Rekor Erling Haaland
Haaland membuat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak lima gol atau lebih untuk sebuah klub elit dalam pertandingan FA Cup sejak George Best mencetak lima gol untuk klubnya dalam pertandingan melawan Northampton pada tahun 1970. Namun, prestasi luar biasa Haaland tidak berhenti di situ.
Selain menjadi pemain pertama dalam sejarah Manchester City yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan, Haaland juga menjadi yang pertama untuk mencapai prestasi tersebut dalam dua kesempatan berbeda.
Tidak hanya itu, Haaland juga meneguhkan tempatnya dalam catatan sejarah FA Cup dengan menjadi pemain pertama yang mencetak setidaknya lima gol dalam satu pertandingan, termasuk putaran awal, sejak Duane Darby mencetak enam gol untuk Hull City dalam pertandingan ulangan putaran pertama melawan Whitby pada November 1996.
Prestasi Man City
Kemenangan telak dengan skor 6-2 melawan Luton merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Manchester City. Selain berhasil melangkah ke babak selanjutnya, kemenangan ini juga menegaskan dominasi Man City yang kini telah menorehkan rekor tak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.
Prestasi ini tidak hanya sekadar tentang mencapai babak berikutnya dalam turnamen, tetapi juga menunjukkan keunggulan yang konsisten dari tim. Rekor tak terkalahkan selama 18 pertandingan tersebut menjadi bukti nyata akan ketangguhan dan kualitas tim dalam menghadapi berbagai lawan dan situasi yang berbeda.
Kontribusi De Bruyne
Prestasi cemerlang Manchester City tidak bisa dilepaskan dari kembalinya para pemain kunci ke kondisi puncak mereka. Salah satunya adalah Kevin De Bruyne yang berhasil pulih dari cedera dan langsung menunjukkan performa luar biasa. Kembalinya De Bruyne ke lapangan tidak hanya memberi dampak positif secara individu, tetapi juga secara signifikan memperkaya permainan tim secara keseluruhan.
De Bruyne, setelah pulih dari cedera, telah tampil sangat impresif dengan sumbangan yang luar biasa bagi timnya. Dalam sepuluh pertandingan terakhirnya setelah pulih, ia telah mencatatkan dua gol dan memberikan sepuluh assist, menciptakan dampak yang besar dalam permainan Man City.