Bagi Indonesia pertandingan ini sangat penting karena dengan posisi buncit di klasemen sementara, hanya kemenangan yang bisa membuka kans untuk lolos sekaligus jadi modal laga selanjutnya yang akan berlangsung pada Maret 2024 mendatang.
Kemenangan juga jadi modal skuat Garuda untuk menatap Piala Asia 2023 pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024.
Mengacu statistik pertemuan, Indonesia masih dominan atas Filipina. Dari 25 pertemuan sebelumnya, tim Garuda menang 20 kali, empat kali imbang, dan hanya sekali kalah.
Statistik ini harus dijaga oleh Shin Tae Yong dan para pemain. Jika sampai kalah dari Filipina, hujatan dan cacian akan mengalir dengan deras kepada pelatih dan pemain karena setelah kekalahan telak dari Irak, hanya kemenangan atas Filipina yang bisa menghapus kecewa masyarakat sepakbola Tanah Air.
Pelatih Indonesia Shin Tae-yong menegaskan kalau dirinya sudah mengatasi kondisi kebugaran pemainnya. “Harus kami akui, kami melewati sejumlah hal yang kurang menguntungkan saat persiapan menuju pertandingan nanti. Kami melewati sejumlah situasi yang buruk. Sebagaimana yang disebutkan, kami melewati perjalanan panjang, lalu perbedaan waktu. Tapi secara professional, kita harus menerima kenyataan ini,” kata STY.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai, mencuri kemenangan dari Filipina itu bukan hal mudah lantaran timnya kalah telak dari Irak di laga sebelumnya. “Mengenai kekalahan kami 1-5 dari Irak, kami tidak akan beralasan untuk itu, karena sebagian gol yang kami terima (kebobolan) akibat kesalahan kami sendiri. Saat kini kami berada di Filipina, kami akan bermain di lapangan dengan rumput sintetis, ini juga bukan situasi mudah untuk kami,” tegasnya.
“Tapi alasan utama kami untuk memenangkan pertandingan atas Filipina, bukan karena kami kalah dari Irak sebelumnya, lalu kami masih punya kesempatan. Melawan Filipina baik tandang atau kandang, bukan masalah karena kami akan mengusahakan penampilan yang terbaik.” ucap STY.
“Kami akan tetap bermain dengan apa yang menguntungkan kami dan dengan gaya permainan kami. Jelas Irak dan Filipina adalah dua tim yang memiliki perbedaan besar. Bukan hanya tentang gaya permainan, ada banyak perbedaan. Jadi kami mencoba menyesuaikan gaya permainan kami untuk menghadapi Filipina, kami sudah Bersiap dengan baik jadi anda dapat melihat pertandingan yang menarik nanti,” sebut STY.
Sementara pemain Indonesia Rafael Struick memberikan pandangannya mengenai laga nanti. “Seperti yang disampaikan oleh pelatih, kami melewati perjalanan panjang untuk tiba di sini, tapi saya rasa kondisi kami sudah lebih baik setelah istirahat yang cukup,” ucap Struick. “Kami telah melakukan persiapan dengan baik untuk mendapatkan tiga poin (kemenangan). Saya tahu Filipina bisa jadi lawan berat, tapi kami melakukan yang terbaik sesuai skema yang kami latihan, kami bisa membawa tiga poin,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur