Tim sepakbola Belanda sendiri dikenal dengan gaya bermain Total Football, yang mana dalam formasinya memungkinkan semua pemain bertukar posisi secara konstan sambil menekan pemain lawan yang menguasai bola alias sepakbola menyerang, hal mana yang saat ini terlihat setiap kali Borneo FC menghadapi setiap lawan sampai akhirnya berada di posisi puncak klasemen Liga 1 dengan raihan kemenangan demi kemenangan.
Bukan tak mungkin dengan menyengatnya aroma Holland Connection, Borneo FC pun semakin bergaya Total Football di setiap pertandingan.
Pluim sendiri dipastikan memiliki ikatan kontrak selama 1,5 tahun di Borneo FC dan menyebut siap mengakhiri karir di sepakbola profesional bersama klub dari Kota Tepian itu.
"Ini merupakan kejadian yang di luar dugaan saya, saya rasa untuk semua orang juga. Semua berjalan seiring berjalannya waktu, ketika semua sudah mulai terlihat sedikit lebih jelas," kata Pluim saat diperkenalkan kepada media seperti dilansir dari laman resmi klub Rabu (11/10/2023) hari ini.
Presiden Borneo FC Nabil Husein diungkapkan pemain 34 tahun ini sudah membangun komunikasi dengan baik setelah santer kabar dirinya tak lagi Bersama PSM Makassar, bahkan sejak dia meraih gelar pemain terbaik musim lalu Liga 1 musim lalu saat mengantarkan Juku Eja juara.
“Saya mendapatkan panggilan dari bos Nabil. Dari yang saya tahu sebelumnya dia sangat hormat kepada saya. Ketika tim mendapatkan juara dan saya mendapatkan penghargaan best player, saat itu dia mengirimkan pesan yang sangat baik. Pesan dengan rasa hormat dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut," ungkap Pluim.
Pluim menilai Borneo FC dan PSM memiliki kesamaan yakni semangat juang yang bagus dan akan memaksimalkan 1,5 tahun kontrak yang diterima. "Saya rasa tim yang memiliki mental juara, saya pernah juara pada musim lalu dan saya ingin menjadi juara lagi di sini. Hal ini menjadi target saya di musim ini, seperti yang disebutkan saya akan berada selama 1,5 tahun, dan ini jadi 1,5 tahun terakhir saya untuk bermain sepak bola secara profesional. Saya berharap untuk minimal satu trofi lagi sebelum saya menyelesaikan karir sepak bola saya dan saya senang untuk bisa melakukan hal tersebut bersama klub ini," tegasnya.
"Dalam beberapa hal Borneo FC banyak memiliki kesamaan dengan PSM di sini mereka memiliki semangat juang yang sangat bagus," tutup Pluim.
Sementara Presiden Klub Nabil Husien Said Amin menyebut transfer Pluim ini adalah upaya manajemen untuk memperkuat tim di sisa kompetisi demi meraih target utama, yakni menjadi juara Liga 1 musim 2023-2024.
Ada beberapa alasan kuat mengapa manajemen mendatangkan Pluim di tengah kompetisi. Selain karena kebutuhan taktikal, Nabil Husien menganggap Pluim memiliki beberapa kriteria yang sangat cocok dengan tim.
“Yang membuat saya ingin mendatangkan Wiljan Pluim ini pertama adalah karakter. Sebenarnya sudah lama kami memantau, tapi momentumnya belum ketemu yang pas,” kata Nabil.
“Dia juga memiliki karakter yang diinginkan oleh Coach Pieter juga. Sesuai dengan filosofi yang Borneo FC terapkan. Ada satu kecocokan di situ,” lanjutnya.
Bagaimanapun kata Nabil Husien, Pluim telah melakukan pekerjaan hebat selama 7 tahun membela PSM. Pengalaman dan kontribusi Pluim untuk Liga 1. Sampai apa yang pemain Belanda berikan dan dapatkan di liga ini. Patut diapresiasi dengan rasa hormat yang tinggi.
“Itu yang membuat kami punya keinginan besar untuk mendatangkan Pluim. Juga karena dia punya visi bermain, mentalitas, dan tentunya aura Wiljan Pluim di lapangan untuk meraih juara,” lanjutnya.
Klub sangat menghargai sikap gelandang 34 tahun itu, yang tanpa ragu memilih Borneo FC Samarinda saat banyak tim yang menginginkan service-nya.
“Prosesnya enggak lama, belum lama ini kami komunikasi dan Alhamdulillah tidak butuh waktu lama untuk Wiljan Pluim untuk menentukan kariernya. Saya pikir banyak klub yang menginginkannya. Alhamdulillah dia memilih Borneo, kami sangat bersyukur di situ,” jelas Nabil Husien.
Secara teknis, kehadiran Pluim di skuat asuhan Pieter Huistra adalah untuk melakukan penguatan dengan tujuan akhir adalah juara Liga 1 musim ini, menembus dan bahkan menjuarai kompetisi Asia musim mendatang.
Editor: Aspian Nur