Awalnya manajemen hanya memberikan waktu libur sehari lebih singkat. Namun pada akhirnya, kemenangan atas Arema FC membuat pemain mendapatkan sehari lebih panjang untuk berkumpul dengan keluarga mereka.
“Sudah cukup lama pemain tak bertemu dengan istri dan anak mereka. Jadi setelah pertandingan lawan Arema FC, hanya beberapa pemain pulang ke Samarinda. Sisanya pulang ke daerah mereka dan ada yang memilih bertahan di Bali,” ujar manajer Borneo FC Dandri Dauri dilansir dari laman resmi klub Selasa (10/10/2023) pagi ini.
Saat bertolak ke Bali, pemain memang ada yang membawa keluarga mereka sebab mereka sudah tahu akan libur setelah pertandingan disana. “Pemain sangat senang ketika mendengar libur mereka kami tambah walau hanya sehari,” terang Dandri lagi.
“Dua pertandingan terakhir di kandang memang masih lama, tapi tak ada alasan kami berleha-leha. Apalagi lawan kami nanti sangat kuat, jadi kami harus memaksimalkan persiapan sebaik mungkin untuk menuntaskan putaran pertama musim ini,” ucap Dandri.
Borneo FC berpeluang mengakhiri setengah putaran Liga 1 musim ini dengan juara. Ini jika dalam dua laga terakhir di kandang, bisa diselesaikan dengan hasil positif.
Pesut Etam menyisakan dua pertandingan di kandang untuk menutup putaran pertama, yakni saat bertemu Persib Bandung Sabtu (21/10/2023) dan Dewa United Minggu (29/10/2023). Kemudian satu laga laga kandang dimainkan, ketika mengawali putaran kedua menghadapi Persik Kediri di pekan pertama November.
“Kami ingin mengamankan semua pertandingan di kandang jelang berakhirnya putaran pertama. Persaingan untuk menutup putaran pertama di posisi pertama masih sangat ketat, makanya kami ingin mengamankan laga kandang sebagai jaminan tetap di puncak,” tegas Dandri.
“Saya pribadi tak ingin hanya sekadar dingin ketika berada di puncak, tapi saya mau Borneo FC beku di sana. Artinya, saya ingin posisi puncak tersebut bisa dipertahankan sampai akhir musim,” ucap Dandri.
Editor: Aspian Nur