Huistra mengaku tak begitu senang meski timnya meraih tiga angka karena para pemainnya tak tampil bagus. “Ini bukan pertandingan yang mudah, para pemain bekerja keras. Dari babak pertama kami banyak melakukan kesalahan dan kami juga sangat beruntung ya,” ujar Huistra usai pertandingan. “Kami bahkan harus melakukan perubahan pada posisi striker pada babak pertama,” imbuhnya. “Saya hanya bisa bilang ini bukan penampilan terbaik kami tetapi tentu saja kami senang karena kembali meraih kemenangan,” paparnya.
Sementara itu, sang pencetak gol yakni Ahmad Nur Hardianto mengaku sebagai pemain profesional dirinya harus tetap berjuang maksimal meski yang dihadapi adalan mantan klubnya sendiri. Hardianto sendiri pada pertandingan tadi malam tampil sebagai pemain pengganti dari Felipe Cadenazzi pada menit ke-29 karena pemain asing tersebut mengalami kesakitan pada lututnya. “Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik berapapun menit bermain yang diberi pelatih kepada saya. Saya selalu siap memberikan permainan terbaik,” tegas Hardianto. "Berapa menit pun yang diberikan pelatih, saya selalu siap menampilkan yang terbaik," ia menambahkan.
Hardianto subur mencetak gol ke gawang sang mantan. Dalam lima penampilannya kontra Arema FC di semua ajang, ia sudah mencetak empat gol.
Sementara pelatih Arema FC Fernando Valente menyebut anak asuhnya sempat hilang fokus dan organisasi permainan mereka pada laga tersebut. "Ketika kami hilang fokus dan organisasi, mereka bisa cetak gol. Setelah gol ini, kami kerepotan dengan situasi tersebut. Namun, kami tetap mencoba lakukan yang terbaik sampai laga usai," ujar Valente.
Arema FC masih berkutat di peringkat ke-16 klasemen, dengan raihan 13 poin dari 15 pertandingan. "Kami menciptakan sejumlah peluang namun menghadapi tim seperti ini, kami harus bisa mencetak gol dan itu yang tak bisa dilakukan. "Memang sulit bagi kami melewati garis pertahanan mereka. Namun, di sisi lain, borneo juga kesulitan menembus pertahanan kami," tutup Valente.
Editor: Aspian Nur