Skuad Garuda Asia bergabung di Grup A bersama Maroko, Ekuador, dan Panama. Mereka dipastikan akan tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Kemudian untuk Grup B yang bakal digelar di Stadion Manahan, Solo, dihuni oleh Spanyol, Uzbekistan, Mali, dan Kanada.
Setelah itu Grup C ada Brasil, Iran, Inggris, dan Kaledonia Baru, dan mereka akan bertanding di Jakarta Internasional Stadium (JIS) bersama Grup D.
Untuk Grup D sendiri dihuni oleh Prancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Burkina Faso.
Sedangkan Grup F dihuni Argentina, Polandia, Senegal, dan Jepang, yang akan melangsungkan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Dalam pertandingan ini nantinya FIFA memberikan target agar setiap pertandingan bisa diaksikan 10 ribu sampai 18 penonton. Sebab pertandingan Piala Dunia U-17 ini mempertemukan pemain-pemain muda. Sehingga target dengan 10 ribu penonton di masing-masing pertandingan ini cukup tinggi.
“Memang kita ada target dari FIFA kurang lebih 10 ribu samapi 18 ribu penonton untuk setiap pertandingan,” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com di Kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2023).
Untuk memenuhi target ini Erick thohir mengaku bahwa pihaknya bersama FIFA pun mengatur pembagian venue. Hal ini karena ia ingin ada pemerataan penonton pada masing-masing pertandingan. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, timnas U-17 Indonesia ditargetkan tampil di JIS, Jakarta. Akan tetapi, belum lama ini diputuskan tim asuhan Bima Sakti itu bakal tampil di Stadion GBT, Surabaya.
“Itulah kenapa sejak awal FIFA bersama PSSI mendiskusikan dari pada pembagian dari hasil undian. Karena kalau undian kan kita tidk bisa mengatur,” ucap Erick Thohir.
“Kemarin terlihat bahwa setelah undian ya bahwa memang kita mendapatkan grup yang tidak ringan ya. Yang baik di situ ada Panama, Maroko dan Ekuador,” lanjutnya.
“Artinya apa tentu daya dongkrak daripada penonton yang ada di timnas itu menjadii penting juga untuk pemerataan penjualan tiketing. Kalau kita lihat kemarin hasil undian lawan Inggris atau Amerika mungkin beda lagi,” tegasnya. Melihat situasi ini, Erick Thohir mengatakan bahwa timnas U-17 Indonesia bisa saja main di JIS nantinya.
Namun, itu bisa terjadi dan terwujud apabila timna U-17 Indonesia bisa lolos ke babak 16 besar.
Sebab untuk 16 hingga 8 besar bakal mengalami pindah kota. Hanya ada beberapa venue yang akan digunakan, sehingga timnas U-17 Indonesia pun bisa bermain di JIS.
Akan tetapi, dengan catatan tersebut bahwa timnas U-17 Indonesia harus lolos ke babak 16 besar. “Kalau di Solo kan semifinal di sana, itu artinya tim nasional akan beralih ketika tentu kita doain bersama-sama masuk 16 besar atau 8 besar artinya akan pindah kota,” kata Erick Thohir.
“Nah, disitu akan ada hitung-hitungan kenapa kemarin dari hasil pertimbangan setelah drawing, FIFA baru mengumumkan tempat pembukaan dan tentu timnas berada,” tuturnya.
“Tentu itu mekanismenya karena pembagian daripada pertandingan yang lebih seimbang dan sehingga bisa menciptakan target penonton yang memang ditargetkan 10 ribu sampai 18 ribu penonton per laga,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin