Kemenangan besar itu membuat anak asuh Eddie Howe tetap berada di peringkat tiga, delapan poin di atas Aston Villa di peringkat lima dan dengan satu pertandingan tersisa, dalam pertarungan untuk bermain di kompetisi elit klub Eropa.
Callum Wilson mencetak dua gol untuk tim tamu di masing-masing babak menit 38 dan 75, dengan gol pemain asal Brasil Joelinton diantaranya menit ke 72, Tuan rumah sempat mencetak gol menit 80 membuat skor 1-3, sampai akhirnya pemain pengganti Jacob Murphy memastikan Newcastle pulang dengan tiga poin lewat golnya menit 81, menjadikan Everton menelan kekalahan ke-17 di musim ini, yang membuat mereka berada di peringkat 19 dan berjarak dua poin dari zona aman.
Kecuali jika mereka mengalami kegagalan di akhir musim, Newcastle akan kembali ke Liga Champion musim depan untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.
The Magpies merupakan tim yang terorganisir dan terlatih di bawah asuhan Howe dan mendukung kemenangan besar 6-1 atas Tottenham pada hari Minggu lalu.
Untuk Newcastle, ini merupakan kekalahan yang sangat menyesakkan dan tanda tanya besar muncul mengenai apakah mereka memiliki kualitas untuk tetap bertahan di Liga Primer. Setelah meraih dua kemenangan dalam tiga pertandingan pertama Sean Dyche sebagai pelatih, Everton mengalami kemerosotan dengan hanya meraih satu kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir mereka.
Mereka kini menghadapi pertandingan penting melawan tim yang ada di peringkat tiga klasemen, Leicester City di King Power Stadium awal pekan depan, satu dari lima pertandingan penting dalam usaha mereka untuk menghindari degradasi dari divisi utama untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.
Sementara di laga lain, Son Heung-min mencetak gol penyeimbang di menit ke-79 untuk menyempurnakan kebangkitan Tottenham Hotspur yang luar biasa atas Manchester United dalam pertandingan pertama Ryan Mason sebagai pelatih sementara di Tottenham Hotspur Stadium.
United terlihat akan meraih kemenangan keempat secara beruntun di Liga Primer setelah gol dari Jadon Sancho dan Marcus Rashford membuat mereka unggul di babak pertama menit 7 dan 44. Pedro Porro memperkecil margin jadi 1-2 menit 56 dan Son akhirnya memastikan tuan rumah tak kalah lewat golnya menit 79, membuat para pendukung tuan rumah, yang sebelumnya telah meminta ketua Daniel Levy untuk pergi, merayakannya.
Poin tersebut mengangkat Spurs di atas Liverpool dan Aston Villa ke peringkat lima, sedangkan United kini membuntuti Newcastle di peringkat tiga dengan selisih dua poin atas Newcastle.
"Kami ingin memberikan segalanya di lag aini. Kami tidak bisa membiarkan pertandingan itu berlalu. Kami sangat marah tentang hal itu, kami tidak pantas tertinggal 2-0 di babak pertama. Pekan lalu tidak dapat diterima dan kami tidak ingin mengulanginya. Kami merasa sangat, sangat menyesal dengan performa dan hasil yang kami raih dan hari ini kami ingin memberikan energi yang baik. Kami sangat menghargai dukungan [para penggemar] dan mereka berjuang bersama kami," papar Son Heung-min usai laga.
Mantan pemain Tottenham, Mason, yang juga mengambil alih tugas sementara saat Jose Mourinho dipecat pada April 2021, mengatakan penting bagi Spurs untuk membangun hasil ini setelah perjalanan yang panas yang menyebabkan tiga manajer berbeda dalam sebulan.
Cristian Stellini ditugaskan sebagai pelatih sementara setelah kepergian Antonio Conte, namun dipecat setelah kekalahan dari Newcastle, dengan Mason mengambil alih hingga akhir musim. "Sangat sulit setelah hari Minggu karena cara kekalahan itu tidak menyenangkan," tambah Mason.
Editor: Aspian Nur