"Kita semua tahu sepak bola Argentina dan tentu saja bisa menjadi tuan rumah kompetisi dengan level seperti ini," ujar Infantino dalam sebuah konferensi pers di Paraguay di mana ia akan ambil bagian dalam Kongres Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) Jumat (31/3/2023) hari ini dilansir dari laman dailymail.co.uk.
"Ada negara-negara lain yang juga telah mengumumkan ketertarikan mereka, namun sebagai sebuah pencalonan, dengan jaminan dari pemerintah dan rincian lainnya, Argentina adalah yang pertama dan kami akan membuat keputusan dalam dua atau tiga hari ke depan," tambahnya.
FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah setelah federasi sepak bola Indonesia (PSSI) mengatakan mereka telah membatalkan pengundian karena Gubernur Bali Wayan Koster menolak untuk menjadi tuan rumah bagi tim Israel.
Duta Besar Israel untuk Argentina, Eyal Sela berkomentar terkait rencana FIFA itu. "Israel mendukung Argentina menjadi tuan rumah, mereka layak mendapatkannya sebagai juara dunia. Mereka adalah negara yang sangat bagus dan besar, dengan fasilitas yang sangat baik. Saya harap mereka juga bisa menyelenggarakan Piala Dunia 2030," kata Sela.
Argentina yang diasuh Javier Mascherano memang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia U-20, karena tersingkir di fase grup Copa America. Padahal Tim Tango adalah pemilik gelar terbanyak di Piala Dunia U-20 yakni enam.
Sementara itu FIFA juga mengkonfimasi terkait pencabutan status host Indonesia. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyebut induk sepak bola dunia itu telah menyoroti kondisi keamanan pelaksanaan Piala Dunia U20 di Tanah Air, seiring maraknya penolakan Israel dalam beberapa hari terakhir.
FIFA, menurut Arya Sinulingga, tetap tegas pada pendiriannya menyangkut Israel. FIFA memegang teguh prinsip keseteraan, Fair Play, anti diskriminasi. Indonesia dianggap gagal menyakinkan FIFA menyangkut hal itu.
Kondisi Indonesia berat, keputusan akhir di tangan FIFA. Kita dianggap tidak mampu oleh FIFA,” kata Arya Sinulingga dilansir dari laman pssi.org. “Mereka punya prinsip kesetaraan, fairplay, tidak ada diskriminasi yang tak bisa diganggu gugat," imbuh Arya.
Editor: Aspian Nur