Barcelona dominan dalam setiap aspek permainan dan memanfaatkan tiga kesalahan Real Madrid untuk mencetak gol.
Manajer Xavi Hernandez membuat kejutan dengan mengubah sistem 4-3-3 yang biasa digunakannya untuk memainkan pemain tambahan di lini tengah dengan hanya Lewandowski di depan, sementara bek tengah Ronald Araujo ditempatkan di bek kanan untuk mencoba memperlambat pemain sayap Real Vinicius Jr dan terbukti ampuh. Gavi sukses mencetak gol pembuka dan memberikan dua assist.
"Kami memperkuat lini tengah untuk mengambil alih area itu dan Araujo benar-benar bagus dalam menghentikan serangan balik Vinicius, kami membuat mereka tidak memiliki pilihan dan merasa sangat nyaman," kata kapten Sergio Busquets kepada Movistar Plus.
"Kami tahu ini adalah kesempatan yang harus kami raih, kami sedang melalui masa perubahan di klub dan di ruang ganti dan kemenangan ini akan memperkuat kami untuk terus berjuang meraih lebih banyak gelar," imbuhnya.
Sejatinya Los Blancos berusaha memenangkan gelar Piala Super kedua kalinya secara berturut-turut di Arab Saudi dan menyamai rekor Barcelona dengan 13 trofi Piala Super, tapi itu tak terwujud. "Ini adalah kekalahan yang sulit dan kami harus belajar darinya," kata pelatih Madrid Carlo Ancelotti. "Kami akan memperbaiki diri dan bangkit kembali dari itu," imbuhnya.
Madrid menyingkirkan Barcelona di semifinal musim lalu, tetapi kedua tim kuat Spanyol itu belum pernah bertemu di final kompetisi yang telah dirubah.
Kedua tim membutuhkan adu penalti untuk mengungguli lawan-lawan mereka di semifinal. Madrid mengalahkan Valencia dan Barcelona mengalahkan Real Betis.
Madrid mengalahkan Barcelona 3-1 di kandang sendiri dalam "clásico" pertama musim ini di Stadion Santiago Bernabéu di Liga Spanyol pada bulan Oktober.
Piala Super dulunya dimainkan antara juara liga Spanyol dan pemenang Copa del Rey. Sekarang runner-up di kedua kompetisi tersebut juga berpartisipasi. Madrid bermain sebagai juara liga dan Barcelona sebagai runner-up liga. Betis memenangkan gelar Copa atas Valencia musim lalu.
Kontrak saat ini untuk memainkan Piala Super di Arab Saudi berjalan hingga musim 2024-25 meskipun ada kritik atas catatan hak asasi manusia negara tersebut.
Editor: Aspian Nur