Momen itu terjadi pada menit ke-80 dimana Pato dilanggar kiper PSM Reza Arya Pratama . Dalam tayangan televisi yang disiarkan secara langsung tersebut terlihat jelas Pato dilanggar di kotak penalti bahkan momen pelanggaran itu ditayangkan berulang kali.
Keputusan Steven Yubel tak memberikan tendangan 12 pas ini yang membuat kubu Borneo FC meradang karena kalau penalti diberikan bukan tak mungkin hasil pertandingan akan berbeda.
Dalam pertandingan ini, Borneo sempat unggul terlebih dahulu melalui tendangan keras Stefano Lilipaly dari luar kotak penalti di menit ke-64. Namun Wiljan Pluim menghindari PSM dari kekalahan lewat gol yang dilesakkannya lima menit menjelang laga usai padahal Juku Eja bermain dengan 10 orang sejak menit 67 setelah Agung Manan dikganjar kartu kuning kedua atau kartu merah.
Sepanjang pertandingan, kedua tim bermain begitu spartan.
Borneo FC menunjukkan permainan keras, begitu pula dengan PSM Makassar. Laga ini pun diwarnai hujan kartu dari kedua tim. Total ada 11 kartu kuning yang dikeluarkan pengadil lapangan. Delapan untuk PSM Makassar dan 3 bagi Pesut Etam.
Kegagalan mendulang tiga angka membuat Borneo FC menutup paruh musim di peringkat keempat setelah mengumpulkan 32 poin padahal sejatinya bisa memuncaki klasemen kalau bisa menang.
Sementara PSM memuncaki klasemen sementara dengan 33 poin. Koleksi angka Juku Eja sama dengan Bali United dan Madura United, tapi mereka unggul selisih gol. Sistem head-to-head tidak diterapkan, karena diantara ketiga tim ini saling mengalahkan.
Wasit Steven Yubel sendiri sebenarnya tak hanya merugikan kubu Borneo FC tapi juga PSM karena banyak keputusannya yang dianggap tidak fair.
Usai laga, pelatih Borneo FC Andre Gaspar mengakui kalau laga ini sulit. "Ini menjadi pertandingan yang sulit bagi kami. Mereka bertahan dengan bagus, tim Makassar bermain bagus," ujar Gaspar.
Mengenai kepemimpinan wasit, Gaspar enggan berkomentar. “Semua bisa melihat dan menilai,” ujarnya singkat.
Diketahui saat ini PSM Makassar baru kebobolan 9 kali, jumlah kebobolan paling sedikit diantara seluruh tim sejauh ini.
Sementara pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares melontarkan kritikan keras kepada perangkat pertandingan. Kepemimpinan wasit dinilainya mencederai perjuangan anak asuhnya. "Saya sangat frustasi padahal kita kerja keras," kata Bernardo Tavares. "Kami fokus dan bekerja keras untuk pertandingan ini, tapi wasit menodainya," sebutnya lagi.
Editor: Aspian Nur