“Kalau dilihat memang ada untung dan ruginya dengan penundaan kompetisi ini. Keuntungannya, kami punya waktu memperkuat fisik dn taktikal serta memperbaiki kelemahan yang ada,” ujar Miftah.
Namun game plan tak bisa dijalankan dengan maksimal dan normal adalah sisi kerugian yang dialami tim saat ini. “Fokus dan konsentrasi pemain juga sedikit terganggu dengan dihadapkan pada ketidakpastian lanjutan kompetisi seperti ini,” ujar Miftah lagi.
Solusi yang dijalankan tim pelatih saat ini adalah, menyiapkan program latihan yang lebih adaptif agar pemain bisa sedikit berkonsentrasi.
Secara umum kondisi Diego Michiels dkk saat ini masih dalam batas normal setelah liburan, meski ada yang sebagian kondisinya menurun. Ada pula yang stabil bahkan meningkat dari sisi kekuatan fisik.
“Yang pasti dalam latihan beberapa hari ke depan, kami kembali meningkatkan kekuatan fisik pemain,” tutup Miftah.
Sejatinya Borneo FC akan menghadapi Persija Jakarta 8 Oktober akhir pekan tadi, namun penundaan kompetisi imbas tragedy Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, membuat belum ada kepastian kapan kompetisi Liga 1 dilanjutkan.
Posisi Borneo FC saat ini ada di puncak klasemen dengan 23 poin, sama dengan Madura United di posisi kedua, tim yang mereka kalahkan tiga gol tanpa balas di Stadion Segiri 1 Oktober lalu sebelum kompetisi ditunda.
Laga melawan Persija sendiri jadi pertandingan krusial karena berada di posisi keenam, Macan Kemayoran bisa mendongkel Borneo FC di posisi teratas kalau berhasil menang pada pekan ke-12 Liga 1.
Editor: Aspian Nur