Meski begitu, setidaknya anak-anak dari Kota Tepian tetap bisa konsisten di papan atas bahkan bisa kembali memuncaki klasemen kalau bisa meraih dua kemenangan pada dua home selanjutnya menghadapi Dewa United dan Persis Solo di Stadion Segiri.
Pada pertandingan Borneo FC melawan Persebaya, kedudukan imbang tanpa gol dibabak pertama dan berubah pada babak kedua setelah Matheus Pato mencetak gol via sundulan menit 62. Sempat disamakan Silvio Junior empat menit berselang lewat serangan balik, tim tamu harus pasrah setelah mendapat penalty menit akhir atau injury time, 92. Akselerasi Sihran Amarullah yang masuk di 10 menit jelang laga bubaran dihentikan dengan kasar pemain belakang Persebaya Surabaya membuat wasit Sance Lawita menunjuk titik putih dan Pato mencetak gol keduanya di pertandingan ini sekaligus gol kelima dalam lima laga bersama Borneo FC.
Dibalik kekalahan mereka dari tuan rumah, Persebaya Surabaya sendiri memberikan sorotan tajam kepada permainan gelandang asal Jepang Borneo FC, Kei Hiroshe. Pemain berusia 26 tahun itu menurut pelatih Persebaya Aji Santoso memainkan sepakbola yang mengabaikan sportivitas.
“Kami tidak masalah dengan hasil pertandingan, karna kalah atau menang hal biasa dalam sebuah pertandingan, tapi kami menyesalkan keputusan wasit yang tidak tegas,” ujar Aji dalam sesi jumpa pers usai laga malam kemarin.
Tekel brutal Kei Hiroshe kepada Koko Ari Araya menit 16 jadi hal yang paling disoroti Aji. Seharusnya Kei tak sekadar mendapat kartu kuning tapi kartu merah karena pelanggarannya sangat kasar dan hal itu terlihat secara langsung maupun lewat televisi. "Saya sayangkan wasit tidak tegas mengambil keputusan, terutama kepada Kei Hirose. Koko Ari mungkin kakinya patah. Dia tidak bisa berjalan setelah pertandingan. Saya kecewa karena wasit tidak bisa melindungi pemain,” papar legenda timnas Indonesia ini.
Selain itu, dorongan yang dilakukan Kei kepada wing kanan Persebaya Supriadi juga lepas dari pengamatan wasit padahal Supriadi sampai terjatuh ke lintasan luar lapangan dan harus digantikan karena cedera meski sempat meneruskan permainan beberapa saat setelah insiden itu.
Walaupun timnya telah bermain dengan bagus, tetapi ia juga tetap mengapresiasi tim tuan rumah yang berhasil memenangkan laga ini. Namun pelatih kelahiran Malang itu menegaskan, sepakbola bukan hanya soal menang-kalah, tetapi ada sportivitas, etika di lapangan juga harusnya dijunjung tinggi oleh setiap pemain.
Kei Hiroshe sebagai pemain asing Asia menurutnya harusnya bisa memberi contoh positif terhadap para pemain lokal bukan justru memperlihatkan permainan kasar. “Kami belum tahu separah apa cedera yang dialami Supriadi, tapi dia baru bermain lagi setelah sembuh dari cedera saat melawan Persita Tangerang lalu,” ungkap Aji.
Sementara pelatih Borneo FC Milomir Seslija memberikan komentar terhadap apa yang disampaikan Aji kepada anak asuhnya. Milo membela Kei yang menurutnya melakukan itu tanpa unsur sengaja. “Kei pemain yang bagus, tidak mungkin ia dengan sengaja untuk menyakiti pemain lawan. Itu tidak dilakukan dengan sengaja. Itu hal yang insidental," ujar Milo.
Namun setiap orang berhak mempunyai pandangan yang berbeda, ia pun menghargai pandangan dari Aji Santoso.
"Saya harus menghargai pandangan pelatih Persebaya,” jelasnya.
Terlepas dari itu, Milo memuji semangat juang anak asuhnya yang bermain Spartan meski dibabak pertama kurang agresif. “Kami bersyukur bisa meraih lagi kemenangan. Pemain sudah memperlihatkan karakter bermain yang bagus dan terus berkembang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur