Tuan rumah boleh saja mengklaim kemenangan pada pertemuan pertama ini, tapi mereka layak untuk waspada, karena pertandingan kedua dimainkan di markas Borneo FC dan tuan rumah sudah memastikan sang tamu yang datang ke Stadion Segiri dalam posisi tidak aman.
Borneo FC setidaknya memerlukan kemenangan dua gol tanpa balas pada leg kedua nanti, sementara kalau hanya menang sebiji gol maka laga dilanjutkan via drama adu penalty. Untuk mengangkat trofi juara di depan pendukung sendiri, Borneo FC harus bisa mengalahkan Arema FC dengan selisih dua gol tanpa kebobolan.
Pelatih Borneo FC Milomir Seslija dalam jumpa pers usai pertandingan semalam menyatakan Arema FC mampu meraih kemenangan karena menerapkan taktik parkir bus. Dia bahkan menyentil Arema FC yang memilih bermain bertahan meski berlaga di kandang dengan dukungan 40 ribu Aremania.
"Sepanjang pertandingan, menurut saya Arema bermain bertahan. Saya tidak bisa membayangkan kenapa Arema bermain seperti itu dihadapan 40 ribu penonton. Arema bermain parkir bus," kata Milo dilansir dari laman pialapresiden.id Jumat (15/7/2022) hari ini.
Dia menilai tidak ada peluang berarti dari tuan rumah yang ditangani pelatih Matias Almeida. Mereka hanya mampu mencetak satu gol karena kesalahan pemain bertahan Borneo FC yang tidak melakukan pressing ketat. “Gol Arema memanfaatkan kesalahan individual pemain kami tapi di sepakbola tim yang mampu memanfaatkan kesempatan itulah yang mampu memenangkan pertandingan," sebut Milo.
Milo mengatakan, tensi tinggi dalam laga ini membuat mereka harus melakukan protes dari bangku cadangan. Sejumlah pelanggaran yang terjadi dianggap masih dalam batas wajar. "Di sepakbola protes itu bisa saja terjadi dan itu merupakan pelanggaran teknik yang bisa saja terjadi di lapangan. Bahkan menurut saya Arema unggul sekarang itu tidak melakukan apa-apa hanya satu gol itu saja sementara kami punya 2 sampai 3 peluang yang membahayakan," pungkas Milo.
Sementara Eduardo Almeida mengaku timnya harus tetap focus karena final belum berakhir. "Sekarang kami harus fokus ke laga selanjutnya di leg 2. Kami akan melanjutkan dengan permainan yang sama, bermain untuk hasil yang terbaik. Kami bermain untuk kemenangan, dan itu target kami, karena ini belum selesai,” tegas Eduardo Almeida dikutip dari Wearemania.
"Seperti ekspektasi kami, ini menjadi laga yang sulit, dengan permainan yang bagus," tukas pria yang pernah membesut Semen Padang itu.
Kemenangan 1-0 dipandang riskan Almeida, meski ini menjadi modal penting untuk menyambut leg kedua nanti.
Almeida yakin bisa mengulang prestasi Arema FC di musim 2017 kala meraih gelar juara di turnamen yang sama. Namun dirinya mewaspadai sejumlah misi yang diemban Borneo FC, diantaranya misi revans, mengukir sejarah baru dan ambisi Milomir Seslija selaku eks pelatih Singo Edan.
Apalagi Pesut Etam mempunya Pato dan Lilipaly yang sejauh ini tampil tokcer di Piala Presiden 2022. Kombinasi keduanya sukses menghasilkan 10 gol bagi Pesut Etam di turnamen pramusim Liga 1 2022 ini.
Sekadar diketahui, Arema FC telah dua kali masuk final Piala Presiden dengan dua-duanya berujung pada gelar juara tahun 2017 dan 2019. Di 2017 lawan yang mereka hadapi pada partai puncak juga adalah Borneo FC dan menang 5-1 dalam pertandingan yang digelar dengan format satu leg di Stadion Pakansari, Bogor. Sementara itu, pada final edisi 2019, Arema FC sukses mengalahkan Persebaya Surabaya dengan agregat 4-2.
Editor: Aspian Nur