Dialah Matheus Antonio Souza dos Santos atau yang akrab disapa Pato. Ketajaman di lini depan pemain asal Rio Branco, Brasil, itu membuat Borneo FC melakoni perjalanan hingga ke final dan mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan enam gol, melewati penyerang PSIS Semarang Carlos Fortes dan tak mungkin lagi melewati Pato setelah Laskar Mahesa Jenar terhenti di semi final dari Arema FC.
Enam gol yang dilesakkan Pato membuatnya jadi kandidat kuat top skor Piala Presiden 2022 karena masih mungkin menambah torehan itu mengingat tak ada pemain yang bersaing dekat dengannya.
Terlepas dari kerjasama tim yang apik dalam skuat Borneo FC, namun ketajaman pemain 26 tahun itu jadi bagian penting lolosnya Borneo FC ke final.
Pato mencetak enam gol masing-masing ke gawang Persija Jakarta, RANS Nusantara FC, PSM Makassar dan tiga gol ke gawang PSS Sleman.
Tak pelak, gol demi gol yang ditorehkannya membuat Pato mulai menarik simpati supporter dari Kota Tepian.
Didatangkan pada 1 Mei 2022 lalu, Pati menurut versi transfermark bernilai kontrak Rp4,35 miliar per musim. Harga itu jauh lebih rendah dibanding tahun 2019 silam dimana saat membela klub Brasil Fluminese dan tim dari Korea Selatan Daejon Hana, Pato dikontrak Rp6,08 miliar.
Setelah tak bersama Daejon diketahui pemain bertinggi 185 meter itu tak memiliki klub sampai akhirnya dikontrak Borneo FC hingga 30 April 2023 mendatang.
Dalam unggahannya di Instagram matheuspato9 usai laga Senin (11/7/2022) malam tadi, Pato mengungkapkan rasa bahagianya. “Agora e final, Let’s go together #Deusébomdemais (Sekarang, akhirnya. Ayo pergi Bersama #Tuhanterlalubaik),” tulis Pato mengenai keberhasilan lolos ke final sembari memposting fotonya bersama pemain Borneo FC juga selebrasinya usai mencetak gol ke gawang Sleman.
Menariknya, dalam unggahan di Instagram, Pato memperlihatkan sisi religiusnya, dibuktikan dengan tulisan #Deusébomdemais setiap kali mengunggah foto dan caption-nya.
“Feliz pela vitória, por mais um gol e objetivo alcançado! Agora trabalhar pra próxima fase #Deusébomdemais (Selamat atas kemenangan, tujuan tercapai! Sekarang bekerja ke fase berikutnya. #Tuhanterlalubaik),” tulisnya pada postingan lain.
Menarik untuk menunggu aksi Pato dalam dua pertandingan tersisa sekaligus jadi pembuktian dirinya tetap tajam dan mengantarkan Borneo FC meretas sejarah juara Piala Presiden pertama kalinya sejak diputar tahun 2015 lalu.
Pato harus berjuang keras menjebol gawang Singo Edan mengingat kiper klub asal Jawa Timur itu dikenal sangat tangguh, yaitu Adilson Maringa.
Editor: Aspian Nur