Ya, Jose Mourinho semakin mengukuhkan julukan The Special One yang melekat pada dirinya karena membawa AS Roma juara edisi perdana ajang ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai manajer tim yang mampu mengoleksi gelar juara dari tiga kompetisi berbeda di Eropa, Liga Champions, Europa League dan UEFA Conference League.
Pada pertandingan di Tirana itu, Giallorossi mengalahkan klub asal Belanda itu lewat gol tunggal Nicolo Zaniolo di babak pertama.
Gelar juara ini pun mengakhiri puasa trofi wakil Italia itu sejak 2008 karena tak pernah juara baik di Serie A maupuan di kompetisi lainnya.
Mourinho kini mencatatkan diri sebagai pelatih pertama yang meraih gelar di Eropa dengan empat klub berbeda.
Mourinho sebelumnya sudah memenangi Liga Champions dua kali bersama dua klub berbeda, FC Porto tahun 2004 dan Inter Milan tahun 2010. Gelar juara Liga Europa diraihnya saat membesut Manchester United pada 2017 dan kembali Porto dibawanya juara saat masih bernama Piala UEFA pada 2003.
Semakin hebat, karena Mourinho mencatatkan diri bersama klubnya masuk partai puncak alias final tanpa sekali pun gagal.
“Ada begitu banyak hal yang terlintas di kepalaku pada saat yang sama,” kaa Mourinho sambil menahan air mata kepada Sky Sport Italia.
“Saya sudah berada di Roma selama 11 bulan, saya menyadari saat saya tiba apa artinya, mereka sedang menunggu ini. Seperti yang saya katakan kepada para pemain di ruang ganti di Turin, kami melakukan apa yang perlu kami lakukan, lolos ke Liga Europa. Kami memiliki pekerjaan hebat sepanjang musim,” paparnya.
“Ini adalah sejarah. Kami harus menulis sejarah dan kami berhasil menorehkannya. Liga Konferensi adalah kompetisi yang kami rasakan sejak awal bisa kami menangkan, tetapi kompetisi itu menjadi lebih kuat ketika tim Liga Europa masuk, Leicester City, Olympique Marseille dan Feyenoord,” sebutnya.
“Saya akan bertahan, tidak ada keraguan untuk itu. Bahkan jika beberapa rumor muncul, saya hanya ingin tetap di Roma. Saya merasa seperti seorang Romanista, tetapi itu mungkin cara saya bekerja. Saya adalah penggemar Porto, penggemar Inter, penggemar Chelsea, saya tergila-gila dengan Real Madrid, saya sekarang adalah penggemar Roma, saya milik semua klub itu karena kami memiliki momen-momen indah bersama,” sebutnya.
“Dengan segala hormat untuk semua klub tempat saya bekerja sebelumnya, saya 100 persen Romanista, karena para penggemar ini benar-benar luar biasa,” tegas Mourinho.
Kini Mourinho sejajar dengan pelatih legendaris Italia, Giovanni Trapattoni yang juga memiliki lima trofi dari tiga kompetisi berbeda di Eropa.
Mr Trap pernah meraih satu Piala Champions (1985), dua Piala UEFA (1977, 1993), satu Piala Winners (1984) bersama Juventus serta satu Piala UEFA bersama Inter pada 1991.
“Saya diberitahu kalau sekarang saya sama seperti
Sir Alex Ferguson dan Giovanni Trapattoni yang memenangkan trofi dalam tiga dekade berbeda. Itu membuat saya merasa agak tua, tapi itu bagus untuk karir saya,” candanya.
“Hal yang hebat tentang karir saya adalah selain Liga Europa dengan Manchester United, melakukannya dengan Porto, Inter dan Roma sangat, sangat, sangat istimewa,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur