Membanggakan dan mengharukan, karena anak asuh Shin Tae-yong tanpa beberapa pemain utama seperti Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya dan Firza Andika yang terkena hukuman kartu merah. Sementara Egy Maulana Vikri dan Syahrian Abimanyu cedera, serta Elkan Baggott yang tak kunjung datang.
Kiper Indonesia U-23 Ernando Ari Sutaryadi jadi pahlawan Merah Putih setelah menahan dua tendangan penalty pemain Harimau Malaya, sementara Mark Klok berperan penting karena menanggung beban berat di eksekusi penalty terakhir yang jadi penentu namun berhasil dengan baik.
Pada laga yang digelar sebelum partai final antara Vietnam kontra Thailand malam ini, Indonesia menahan Malaysia tanpa gol dibabak pertama, sampai akhirnya di babak kedua Ronaldo Kwateh mencetak gol pembuka menit 69. Sepuluh menit jelang laga bubaran, Malaysia berhasil menyamakan kedudukan 1-1 tepatnya menit ke-80 lewat Muhammad Hadi.
Adu penalty langsung dilakukan karena tidak ada perpanjangan waktu dan disini mental Ernando Ari teruji lebih baik.
Tiga penendang penalty Malaysia yaitu Muhammad Hadi dan Hairiey serta Muhammad Ridwan harus merasakan kecewa karena kiper Persebaya Surabaya itu mampu membaca tembakan lawan dengan baik.
Penendang pertama Indonesia Asnawi Mangkualam tembakannya membentur mistar gawang. Setelahnya semua penendang berhasil dan Mark Klok jadi penentu sebagai penendang terakhir dan berhasil menjebol gawang Malaysia yang dikawal kiper Rahadiazli Rahalim
keberhasilan Ernando menahan tiga tendangan penalty pemain Malaysia membuat namanya langsung trending di media sosial Twitter. Sebanyak 3.483 ribu lebih tweet menyebut nama Ernando usai laga tadi dan semua tak ragu memastikan kalau kiper timnas U-23 Indonesia di Piala AFF Cup 2020 lalu itu layak jadi man of the match.
Editor: Aspian Nur