Kepastian Fakhri tak lagi bersama Borneo FC diketahui dari website resmi tim kemarin.
Chief Operating Officer Borneo FC Ponaryo Astaman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fakhri di laman borneofc.id.
"Mewakili klub, saya mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang diberikan coach Fakhri untuk kita Borneo FC," kata Ponaryo Astaman.
Tugas kepelatihan menghadapi Persebaya akan diserahkan manajemen tim kepada asisten pelatih Miftahudin Mukson dan Ahmad Amiruddin.
Sejatinya hasil yang didapatkan Borneo FC selama ditangani Fakhri tidak mengecewakan. Pria 56 tahun itu yang juga mantan pelatih Persiba Balikpapan dan mantan pelatih timnas U-16 meraih 6 kemenangan, 3 kali hasil imbang dan 4 kali kalah, total 21 poin didapatkan Borneo bersama Fakhri yang membuat mereka mampu bertengger di posisi 6 mengemas poin 49.
Hasil imbang 1-1 Persija kontra Bhayangkara FC menyelamatkan posisi tim dari Kota Samarinda karena kalau pun kalah dari Persebaya sementara Persija menang dari PSS, dengan poin sama 49, Borneo unggul head to head dari Persija karena dua kali menang dengan skor identic 2-1 di Liga 1 musim ini.
“Alhamdulillah, tugas selesai, mampu menambah poin, peringkat dibandingkan ketika awal menangani tim ini naik dua baris, terget 6 besar tercapai, pemain muda banyak mendapatkan kesempatan bermain, menegakkan peraturan disiplin, mengajarkan pemain asing arti respek terhadap tim pelatih dan pemain lokal dan ini yang paling penting, bahwa 3 dari 4 kekalahan terjadi pada menit-menit akhir menjelang laga berakhir,” tulis Fakhri di media sosial Instagram miliknya Minggu (27/3/2022) hari ini.
“Terima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, staf medis, staf media, kit man, suporter, manajemen, atas kerjasamanya yang hebat selama ini. Semoga setiap langkah, tetesan keringat yang mengalir dapat bernilai ibadah. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” tulisnya lagi.
Fakhri juga menulis kalimat yang mengundang tanda tanya seolah menyirahkan ada sesuatu hal yang terjadi.
“Perubahan dan ketegasan kadangkala diperlukan untuk menjadi lebih baik, sayangnya tidak semua setuju, terutama untuk yang kenyamanannya terganggu,” sebutnya.
“Bismillah, semua karena Allah. Menepi sejenak, selanjutnya mempersiapkan diri menuju tantangan baru,” tulisan akhir Fakhri di Instagram tersebut.
Editor: Aspian Nur