Sisa dua laga harus dimenangkan Borneo FC untuk mewujudkan misi saat ini, yakni tetap bertahan di peringkat 6. Menang sekali dengan catatan PSIS gagal di salah satu dari dua laga sisa, juga bisa mewujudkan keinginan tersebut.
"Hasil imbang lawan Arema FC bukan berarti peluang berada di peringkat enam terancam. Kami masih ada dua sisa pertandingan yang bisa dimaksimalkan," tegas Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Borneo FC dilansir dari laman Borneofc.id Kamis (24/3/2022) hari ini.
Amir mengakui masalah konsistensi memang tak bisa dijalankan pemain dengan baik. Skema bola mati, disebut Amir harusnya tak perlu terjadi jika pemain fokus mengawal pemain lawan.
"Musim ini Borneo beberapa kali lengah dalam hal kosistensi permainan. Ini jadi catatan kami untuk musim berikutnya. Paling tidak kami punya bahan evaluasi apa-apa yang harus dibenahi untuk musim depan" sebut Amir.
Borneo FC sendiri masih akan bertemu dengan Madura United Jumat (25/3) dan Persebaya Surabaya pada 29 Maret. Dua laga yang pasti tak akan mudah. Pasalnya Madura United ingin berada di papan tengah akhir klasemen sementara Persebaya membidik posisi tiga.
"Kami mengingatkan ke pemain jika masih ada dua laga sisa. Jangan pikirkan kampung halaman dulu, selesaikan tanggung jawab untuk Borneo FC dan meraih hasil maksimal di sisa musim ini," tegas Amir.
Sementara gelandang Borneo FC Wahyudi Hamisi menegaskan mereka akan focus di dua laga sisa. "Kami bersiap untuk dua pertandingan sisa. Fokus kami hanya untuk itu, untuk lebih mengamankan posisi yang sudah kami tempati sekarang," ujar Wahyudi Hamisi.
Koko mengaku hasil imbang melawan Arema jadi pelajaran penting menghadapi dua pertandingan terakhir, pun untuk musim depan.
"Dari pertandingan lawan Arema kami belajar, kalau kemenangan belum kami dapatkan jika peluit panjang belum berbunyi. Kami harus bekerja keras jika ingin mendapat kemenangan dan itu harus kami lakukan sampai pertandingan selesai," sebutnya.
Yang membuat Koko yakin bisa meraih kemenangan di dua laga sisa adalah kekompakan pemain yang terus terjalin. Hal itu terlihat tak hanya di lapangan atau saat latihan, tetapi juga ketika pemain berkumpul di hotel.
"Kami menang sama-sama dan kalah sama-sama. Jadi kami harus terus kompak sampai musim berakhir. Kami di sini membawa nama Samarinda, bukan individu,” pungkas Koko.
Editor: Aspian Nur