Rawannya, poin Pesut Etam terlalu dekat dengan Persija Jakarta yang ada di urutan ke-7 dengan 37 poin dan berjarak 4 poin dengan PSIS Semarang di urutan ke-8.
Kekalahan dari PSS Sleman 0-1 membuat Macan Kemayoran yang akan menghadapi Barito Putera malam nanti kalau bisa meraih kemenangan bakal menggeser posisi Borneo FC.
Meski sulit menapak ke papan atas dan rentan tergusur ke papan tengah, namun ambisi untuk menaikkan posisi atau setidaknya bertahan diranking yang sudah ada tetap diusung skuat dari Kota Tepian ini.
“Ekspestasi untuk bisa menang dan mendekati posisi lima besar harus tertunda karena kalah dari PSS. Tapi kami harus bangkit dan melupakan kekalahan itu,” ujar Gianluca Pandeynuwu, kiper Borneo FC dilansir dari laman Borneofc.id.
Tim saat ini katanya fokus untuk pertandingan berikutnya yang juga tak mudah. Borneo FC akan bertemu PSIS Semarang, tim yang musim ini bisa dikatakan angina-anginan dalam penampilannya.
Gian menyadari kememangan akan membuat kepercayaan diri seluruh pemain kembali bangkit untuk mengejar posisi papan atas di akhir musim nanti.
"Lawan kami berikutnya tidak mudah. PSIS memang punya tren yang kurang baik juga. Tapi jelas mereka ingin menang untuk laga bertemu kami. Kami harus lebih kerja keras untuk dapatkan hasil yang kami inginkan," tegasnya
Gian menilai semua pertandingan sisa di musim ini ibarat final, sebab sekali saja tergelincir, maka mimpi berada di papan atas akan terkubur.
"Jarak yang rapat di klasemen membuat setiap pertandingan yang kami jalani bagaikan final. Itu tak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga kekuatan mental dan kerja keras harus dilakukan untuk mewujudkan kemenangan di setiap pertandingan,” papar Gian.
Sementara Manajer Borneo FC Dandri Dauri mengatakans situasi di Bali saat ini sangat tak nyaman. Dari sisi cuaca, ia menilai kondisinya sangat tak stabil. Sebab saat cuaca terik, secara mendadak berubah menjadi mendung dan hujan dengan intensitas tinggi.
Hal ini tentu saja memengaruhi kondisi pemain. Belum lagi ketakutan pada Covid-19 yang terus menyerang pemain dan ofisial tim.
“Ditambah dengan jadwal kompetisi yang bisa saya katakan sangat ekstrim. Sebab rata-rata tim bermain dalam rentang waktu 3 kali sekali. Ini benar-benar menguras tenaga pemain,” ujar Dandri.
Saat bermain malam di jam terakhir atau pukul 21.45 Wita, pemain secara otomatis tak punya waktu istirahat banyak setiba di hotel.
Itulah sebabnya dengan berada di peringkat 6 saat ini, Dandri menilai perjuangan tim sudah sangat baik. Bahkan ia merasa sudah menjadi juara jika tak terdegradasi musim ini. Borneo FC sendiri disebut Dandri masih berusaha keras mengejar posisi 5 di klasemen akhir nanti. “Syukur-syukur kalau kami bisa menembus 4 besar,” tegasnya
Editor: Aspian Nur