Selain Australia dan Indonesia, Grup B ini juga dihuni oleh Filipina dan Thailand. Kedua tim bakal terlibat bentrok pada hari yang sama di Stadion DY Patil Stadium, Navi Mumbai.
Bukan lawan yang mudah bagi Garuda Pertiwi menghadapi Australia, karena banyak pemain utama sang lawan bermain di Liga Inggris, sebut saja Tameka Yallop (West Ham), Alanna Kennedy (Manchester City) atau kapten Sam Kerr (Chelsea), pemain terbaik kedua FIFA tahun 2021.
Dilansir dari laman pssi.org, pelatih timnas putri Indonesia Rudy Eka Priyambada menegaskan timnya sudah siap menghadapi pertandingan pertama nanti.
"Kami sudah mempelajari cara bermain mereka. Kami akan menjalankan taktik bermain seperti biasa. Mereka memiliki banyak pemain hebat tetapi kami siap bertanding," tegas Rudy Eka.
Dipastikan mantan pelatih Mitra Kukar itu, anak asuhnya sangat bersemangat menanti pertandingan melawan Australia karena jadi kesempatan mendulang pengalaman karena Australia memiliki pemain berkualitas bagus yang merumput di klub-klub besar Eropa.
Rudy Eka berharap masyarakat Indonesia tidak membebani para pemainnya dengan harapan yang terlalu tinggi pada Piala Asia 2022 ini.
"Jangan terlalu membebani kami dengan ekspektasi tinggi. Biarkan anak-anak ini menikmati permainan. Kami hanya perlu doa dan dukungan dari masyarakat, tak ada yang lain,” sebut Rudy Eka.
Sementara kapten timnas putri Indonesia Ade Mustikiana Oktafiani menganggap laga menghadapi Australia penting.
Selain karena itu laga mula mereka di Grup B, partai tersebut juga menjadi penanda kembalinya sepak bola putri Indonesia ke turnamen tingkat Asia setelah "libur" selama 33 tahun.
"Itu akan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kami akan berusaha yang terbaik," kata Ade.
"Kami semua mengetahui Sam Kerr dan melawannya menjadi motivasi bagi kami juga saya sendiri. Sebuah pengalaman berharga bisa menghadapinya. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di pertandingan," tutur Ade.
Piala Asia Putri 2022 berlangsung di India mulai Kamis (20/1/2022) hari ini hingga 6 Februari mendatang. Indonesia baru lima kali tampil di turnamen ini dengan penampilan terakhir pada 1989 dan prestasi terbaik menjadi semifinalis pada 1977 serta 1986.
Setelah menghadapi Australia besok malam, Indonesia berlaga lagi 24 Januari hari Minggu melawan Thailand lalu tiga hari kemudian menjajal kekuatan Filipina.
Editor: Aspian Nur