Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin menjelaskan tim pelatih memiliki banyak catatan dari laga melawan Macan Putih yang berkesudahan 1-1.
Permainan sabar dan menekan lawan secara sporadis saat menguasai bola, sama sekali tak terlihat. Kesalahan elementer bahkan kerap dilakukan Hendro Siswanto dkk.
“Libur nyaris sebulan setelah jeda kompetisi, menjadi salah satu faktor yang membuat permainan tim menjadi tak lagi seperti seri ketiga,” kata Amir, sapaan akrab Ahmad Amiruddin dilansir dari laman Borneofc.id Rabu (12/1/2022) hari ini.
Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala melakukan pembenahan terkait gaya permainan tim. “Evaluasi sudah kami lakukan. Kami melihat rekaman video hasil pertandingan lawan Persik dan seluruh pemain yang diturunkan mengetahui apa yang membuat mereka harus dievaluasi,” sebut Amir lagi.
Kesalahan posisi dan passing paling banyak dilakukan pemain padahal di seri ketiga, kesalahan mendasar tersebut sudah sangat jarang terlihat.
“Di pertandingan berikutnya kami dari tim pelatih ingin pemain tak banyak melakukan kesalahan serupa,” tegas Amir.
Derby Papadaan harus dimenangkan untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri pemain. Poin penuh juga akan membawa Borneo FC bisa bersaing di papan atas klasemen sementara.
"Barito Putera sudah menanti kami di pertandingan terdekat. Mereka punya kekuatan baru setelah datangnya beberapa pemain termasuk pelatih. Kami sangat respek dengan merek dan kami harus mewaspadai kebangkitannya," paparnya.
Di pertandingan terakhir, Barito Putera mengalami kekalahan telak 0-3 saat bertemu Bali United yang membuat Laskar Antasari terjerembab di posisi ke-16 klasemen dengan hanya 15 poin sementara Borneo saat ini nangkring di posisi ke-8 dengan 27 poin dari 18 laga yang sudah dilewati.
Editor: Aspian Nur