Tendangan pemain asal Jepang menit ke-90 itu membuat Adi harus dilarikan ke rumah sakit sementara Kei mendapat kartu merah pada pertandingan yang berkesudahan 1-1 tersebut dimana Borneo tertinggal 0-1 lebih dulu lewat gol Yousef Ezzejjari menit 31 yang disamakan Boaz Salossa di tambahan waktu menit 97.
Kerugian besar bagi Pesut Etam karena tak hanya kehilangan tiga poin penuh tapi juga harus kehilangan Kei Hirose di laga berikutnya.
Kei Hiroshe sendiri secara terbuka sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Adi. Hal itu diketahui dari postingan di media sosial klub. "Saya sudah telepon Adi untuk meminta maaf atas kejadian kemarin, saya bilang minta maaf dan saya juga menanyakan bagaimana kondisi dia," ujar Kei dilansir dari laman resmi borneofc.id. "Dia (Adi) bilang kondisinya sudah bagi dan bisa bermain untuk pertandingan setelah ini," sambung eks pemain Persela Lamongan tersebut.
Sementara pelatih Borneo FC Risto Vidakovic berkomentar terkait insiden Kei Hiroshe dan Adi Satryo.
Risto menyebut jika kejadian itu tidak sengaja dan Kei tidak bermaksud untuk mencederai. "Saya berada di depat situasinya. Pemain kami tidak sengaja berbeturan dengan kiper. Itu insiden. Saya rasa itu tidak bermaksud untuk menciderai siapapun karena ia bermaksud untuk mendapatkan bola,” paparnya.
“Ini yang terjadi di sepakbola. Saya rasa ini adalah insiden. Kami ucapkan semoga lekas pulih untuk kiper Persik," kata Risto lagi.
Editor: Aspian Nur