Kasus penipuan yang dialami pemain berusia 31 tahun ini terjadi di awal 2021 dan yang melakukan penipuan terhadap dirinya ternyata seorang kiper yang juga pernah membela klub di Indonesia dan pernah juga membela PBFC selain Persebaya Surabaya dan Bali United serta sejumlah klub lain.
Total kerugian yang dialami pemain kelahiran Willemstad, Netherlands Antilles, itu mencapai Rp130 juta dan kronologisnya berawal dari keinginan untuk jadi WNI. Saat itu, sang kiper mengatakan kenal dengan orang imigrasi dan akan membantu proses Emile Linkers menjadi WNI.
"Saat itu saya bilang mau, saya kasih total uang saat itu Rp20 juta dan pasporku juga. Mereka (sang kiper dan istri) bilang ke saya kalau itu bisa langsung diproses di imigrasi. Tanggal 22 Februari 2021 mereka minta lagi dan aku transfer Rp53 juta. Mereka bilang lagi pasti diproses dan meminta aku untuk sabar,” jelas Linkers.
Setelah Februari 2021 tidak ada kabar lanjutan dari rekannya tersebut. Pada 4 Oktober, sang kiper justru meminta lagi uang Rp25 juta dan diikuti lagi permintaan Rp30 juta beberapa hari kemudian. "Terus pada tanggal 4 Oktober saya kirim Rp 25 juta, tanggal 18 Oktober saya kirim lagi Rp 30 juta. Lalu sampai 9 November total ada Rp 15 juta dia minta dan saya masih kirim. Setelah itu saya mulai tidak percaya lagi sama dia," ungkap mantan pemain PSIM Yogyakarta ini.
Karena pernah bersama membela PBFC, Linkers pun mencari tahu dari rekan-rekannya yang berada di Samarinda, yang merupakan kota tempat tinggal sang kiper saat ini dan dari situ Linkers mendapat informasi banyak kisah negatif yang didapatkan mengenai sang kiper, hingga membuat Linkers semakin gusar.
"Saya kemudian hubungi dia, meminta agar uang saya dikembalikan. Awalnya dia tidak mau, tapi setelah saya bilang kenal orang-orang Samarinda, baru dia minta aku bersabar akan dikembalikan,” sebut Linkers.
Pemain yang diduga menipu itu menurut Linkers kemudian menjanjikan akan menemuinya di kantor Imigrasi Jakarta pada 5 Desember 2021. Namun, tetap saja pertemuan itu urung terlaksana karena ia batal datang ke Jakarta.
"Tanggal 5 Desember dia berjanji hendak mengirimiku Rp25 juta dan sisa uangku pada akhir Desember ini. Tapi, dia memberi alasan lagi. Dia memastikan tidak akan mengembalikan uang saya,” ungkapnya.
Linkers sendiri kini bersiap melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian karena tidak ada itikad baik. Namun ia masih berharap rekannya itu menunjukkan itikad baik dan mengembalikan uangnya yang sudah dikirim mencapai lebih dari Rp 130 juta.
Emile Linkers sendiri sempat satu musim bersama PSIM di tahun 2011-2012. Saat itu ia memperkuat PSIM bersama dua pemain asal Belanda yang lain yakni Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund.
Ia sempat juga bermain di Madura United dan PSIS Semarang serta PSGC Ciamis sebelum memutuskan gantung sepatu dan menjadi pengusaha.
Ia memiliki putra dari seorang perempuan Indonesia dan berusaha menjadi WNI karena kecintaan pada Indonesia. Linkers diketahui kini juga menjadi Muslim dan tinggal di Jakarta bersama keluarganya.
Sekadar diketahui, tahun 2017 silam manajemen Pusamania Borneo FC mengontrak Linkers untuk perhelatan Piala Presiden. Pada ajang itu, tim Pesut Etam memang menurunkan tim pelapis yang dilatih oleh Ricky Nelson.
Sementara tim utama yang dilatih Dragan Djukanovic menggelar pemusatan latihan di Singapura, pada awal Februari 2017 karena difokuskan untuk persiapan Liga 1 2017. Selain Linkers, mereka juga mengontrak mantan bek Persiba Balikpapan Dirkir Kohn Glay.
PBFC melaju hingga ke final namun sayang di laga puncak mereka kalah dari Arema FC dengan skor telak 1-5.
Editor: Aspian Nur