Indonesia unggul duluan via gol Witan Sulaeman menit ke-28, dibalas menit ke-70 lewat gol Ikhsan Fandi.
Memastikan lolos tanpa adu penalty jadi target utama pelatih Shin Tae-yong yang itu artinya haya kemenangan yang jadi patokan.
Indonesia sendiri jadi tamu pada partai pertama lalu dan akan jadi tuan rumah di laga kedua malam nanti. Tim Merah Putih harus meraih kemenangan dengan skor berapa pun, jika ingin lolos ke final. Sebab, di semifinal Piala AFF 2020, regulasi keuntungan gol tandang dihapus karena digelar terpusat di Singapura akibat pandemi covid-19.
Jika hasil imbang bertahan hingga waktu normal, Skuat Garuda harus menang melalui tambahan waktu 2x15 menit. Jika masih imbang juga adu tendangan penalty jadi opsi terakhir menentukan siapa yang menang.
"Pada leg pertama, baik kami dan Singapura sama-sama bekerja keras. Namun, bagi kami, hasilnya mengecewakan. Kami akan lebih berusaha keras di leg kedua," kata Shin Tae-yong dilansir dari laman pssi.org hari ini.
"Saya tidak memikirkan tentang pertandingan berlanjut ke adu penalti, meski kemungkinan ke itu terjadi ada juga. Tapi tidak boleh sampai adu penalti," tegasnya.
Menurut Shin, penampilan Singapura di semifinal leg pertama jauh lebih baik ketimbang saat mereka melakoni babak penyisihan.
“Kami harus bisa menahan pergerakan pemain-pemain mereka yang sangat bersemangat. Kami harus lebih berhati-hati dan menjaga pertahanan dengan baik," jelas pelatih berusia 52 tahun tersebut.
Striker Egy Maulana Vikri menyatakan kesiapannya untuk pertandingan melawan Singapura. "Alhamdullilah saya sudah berlatih bersama tim dan pelatih. Ya Alhamdullilah kondisi saat ini bagus dan tidak ada masalah," kata pemain FK Senica itu.
"Kami harus fokus leg kedua, melupakan pertandingan yang kemarin, dan memberikan yang terbaik di pertandingan nanti," tegas Egy.
Pemain 21 tahun tersebut enggan mengomentari kekuatan Singapura. Ia hanya ingin fokus kepada tim, dan meminta suporter mendoakan serta mendukung Timnas Indonesia untuk bisa menang.
"Saya lebih baik fokus di tim, lebih baik fokus di tim, pelatih juga sudah tahu letak kelemahan Singapura, jadi kami harus menyiapkan diri lagi dan mengikuti instruksi pelatih. Tetap support dan doakan kami, Insha Allah bisa memenangkan pertandingan di leg kedua," tegasnya.
Sementara gelandang sayap timnas Indonesia Yabes Roni siap bekerja maksimal lagi bersama para pemain lain untuk meraih kemenangan. “Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pertandingan. Bisa lanjut ke partai final," ujar Yabes.
Untuk Singapura, hasil imbang di semi final melawan Indonesia jadi yang ketiga kalinya secara beruntun di ajang ini untuk The Lions. Pada 2012, Lions menahan Filipina 0-0 di Manila dan menang 1-0 di kandang, sementara pada 2008 mereka menahan Vietnam tanpa gol di Hanoi sebelum kalah 1-0 di kandang.
Pelatih Singapura Tatsuma Yoshida, berharap pertandingan akan selesai 90 menit, menghindari perpanjangan waktu atau penalti.
"Saya tak tahu, saya tidak berpikir untuk penalti. Saya berharap pertandingan berakhir dalam 90 menit. Tapi, saya juga harus berpikir mengenai tambahan waktu dan penalti," kata Yoshida dikutip dari laman resmi fas.org.sg.
Dengan leg kedua dalam waktu tiga hari, pemulihan adalah kunci bagi anak asuh Tatsuma.
“Hanya ada dua hari istirahat dan kami memiliki 26 pemain sekarang di skuat. Mungkin kami bisa mendatangkan beberapa pemain baru sambil menjaga kualitas kami di lapangan. Saya selalu memiliki kepercayaan pada anak-anak saya dan kami akan mencoba untuk mendapatkan hasil terbaik,” paparnya.
Pencetak gol penyama kedudukan Singapura, Ikhsan Fandi, meminta rekan-rekannya untuk mengikuti jejak kemenangan sembilan tahun lalu dan mengalahkan tim muda Indonesia yang tangguh.
“Kami sudah bermain melawan mereka, kami tahu apa kekuatan dan kelemahan mereka,” kata pemain berusia 22 tahun itu. “Pelatih Tatsuma memiliki rencana permainan untuk kami – kami hanya harus fokus untuk melakukannya dengan benar dan kami harus bisa menyelesaikan pekerjaan,” tegas putra dari legenda sepakbola Singapura Fandi Ahmad ini.
Editor: Aspian Nur