Absennya Elkan Baggott membuat pelatih Shin Tae-yong (STY) harus memasang tiga bek tengah demi menahan serangan Vietnam yang saat menghadapi Malaysia begitu dominan dari semua lini dan ternyata strategi itu berjalan mulus.
Kendati ball possession mencatatkan 69,1 persen milik Vietnam dengan hanya 30,9 persen milik Indonesia, namun sang lawan yang ditangani pelatih Park Hang-seo tak mampu mencetak gol.
Fachrudin Ariyanto, Rizky Ridho dan Alfeandra Dewangga tampil kokoh, bahkan Dewangga didapuk sebagai man of the match pada pertandingan ini.
STY mengaku taktik bertahan sudah dipersiapkannya karena tahu betul dua motor serangan Nguyen Quang Hai (nomor 19 Vietnam) dan Nguyen Cong Puong (nomor 10 Vietnam) begitu berbahaya.
"Memang kami menggunakan tiga bek dengan sengaja karena pemain nomor 19 dan nomor 10 itu sangat baik dalam pergerakan. Formasi ini sengaja digunakan dengan tiga bek," ujar Shin dalam konferensi pers sesudah laga. "Ada sedikit cerita di luar pertanyaan. Memang ada masalah Elkan jadi Elkan sudah bertanding lawan Laos tetapi tiba-tiba harus dipindahkan ke hotel lain untuk karantina. Padahal, kami semua sudah mengikuti protokol dengan baik sampai tes PCR empat kali dan negatif hasilnya," ungkap STY.
"Saya jujur tidak paham kenapa Elkan harus dikarantina. Dengan alasan itu, defense melemah jadi mau tidak mau kita menggunakan tiga bek. Gelandang juga difokuskan untuk bertahan daripada menyerang," jelasnya.
“Vietnam merupakan tim terkuat di grup kami. Jadi, rencana permainan kami hanya jangan sampai kebobolan, dan berharap bisa mencetak gol. Saya sangat puas dengan permainan yang diperlihatkan anak-anak,” ujar STY.
Pria asal Korea Selatan ini berharap tim besutannya tidak kehilangan pemain lagi di saat menjelang pertandingan seperti yang dialami Elkan Baggott maupun kipper Ernando Ari. Ernando terpaksa tidak dimainkan, karena mendapatkan cedera saat melakukan pemanasan dan posisinya digantikan Nadeo Argawinata. Ironisnya, Indonesia tidak mempunyai kiper cadangan karena M Riyandi dan Syahrul Trisna Fadillah tidak didaftarkan dalam 23 nama di daftar susunan pemain, sehingga tidak bisa masuk, karena waktu sudah mendekati kick-off.
Indonesia akan menjalani laga terakhir melawan Malaysia, Minggu (19/12/2021) dalam laga hidup dan mati guna merebut tiket ke semi-final.
Sementara Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memuji permainan timnas Indonesia.
“Luar biasa penampilan pemain. Saya dan Menpora Zainudin Amali menyaksikan bersama-sama di sela-sela babak delapan besar Liga 2 di Stadion Pakansari,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
“Saya bangga melihat fighting spirit pemain sampai 2x 45 menit. Mereka terus berjuang sampai menit akhir. Sekali lagi saya bangga dengan mereka.” Kata Iriawan dikutip dari laman PSSI.org.
“Penampilan timnas terus membaik. Saya yakin mereka akan melangkah ke final,” imbuh Waketum Iwan Budianto, diamini Sekjen PSSI Yunus Nusi.
Sementara pelatih Vietnam Park Hang-seo enggan memberikan komentar banyak mengenai skema parkir bus timnas Indonesia.
Hang-seo mengatakan, memakai taktik parkir bus merupakan hal yang wajar dilakukan tim di seluruh dunia. Menurutnya, skema itu diterapkan jika lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh.
“Saya kira bukan hal yang tepat untuk menilai taktik permainan tim lawan. Bahkan saya tidak bisa melakukan penilaian. Vietnam juga terkadang bermain bertahan melawan tim kuat,” ujar Hang-seo.
“Pemain sudah tampil bagus dan bekerja keras di pertandingan ini. Tentu saja akan lebih bagus kalau kami bisa mencetak gol. Tapi kami tidak bisa mencetak gol, jadi itu bukan masalah besar,” imbuh Hang-seo.
Vietnam dalam posisi diuntungkan, karena akan menghadapi Kamboja yang sudah tersisih di laga terakhir. “Antara Vietnam dan Indonesia hanya berselisih satu gol. Indonesia dan Malaysia harus bertarung di pertandingan terakhir. Sedangkan kami menghadapi Kamboja, dan kami akan bermain maksimal untuk memenangi pertandingan,” tegas Hang-seo.
Editor: Aspian Nur