Sempat memberikan harapan dengan kemenangan telak 3-0 atas Persebaya, nyatanya sampai berakhirnya Series 1, Javlon Guseynov dkk ternyata hanya mampu mendulang 7 angka dari 6 laga.
Kemenangan atas Persebaya, menjadi satu-satunya diperoleh. Sebab di sisa laga melawan Persib Bandung, Barito Putera, Bali United dan Persita Tangerang berakhir imbang. Satu kekalahan didapat kala bertemu Persik.
Di putaran kedua, poin didapat hanya 6 dari lima pertandingan. Kemenangan atas PSM Makassar dan PSIS Semarang adalah raihan angka diperoleh. Sementara 3 laga berakhir kekalahan saat bersua Persikabo, Bhayangkara FC dan PSS Sleman.
Series 3 Borneo FC punya kesempatan lebih besar mendapatkan angka. Bukan meremehkan deretan lawan yang bakal dihadapi. Namun kalau dilihat, di atas kertas hanya Persija dan Arema FC sebagai lawan tangguh. Sisanya Borneo FC bisa mendapatkan angka dari Persipura, Persela, Madura United dan Persiraja.
Dari susunan klasemen, empat lawan tersebut berada di bawah Borneo FC. “Kalau dilihat kami memang punya kesempatan mendapatkan lebih banyak angka tapi kami tak bisa begitu saja memandang enteng lawan. Kami harus banyak evaluasi melihat hasil pertandingan seri 1 dan 2,” ujar Dandri Dauri, manajer tim Borneo FC dilansir dari laman resmi Borneofc.id.
Berkaca dari hasil pertandingan sebelumnya, Borneo FC sangat diunggulkan saat bertemu Persik, Barito Putera dan PSS Sleman namun hasilnya jauh dari harapan. “Makanya kami akan melakukan evaluasi sebelum seri 3 dilanjutkan. Saya yakin pelatih sudah tahu apa yang harus dilakukan pada tim ini,” tegasnya.
Dandri juga berharap seluruh pemain bekerja lebih keras di seri 3, agar target berada di papan atas bisa didapatkan. “Yang pasti hasil di dua seri yang sudah dijalani wajib dipebaiki. Seri 3 harus lebih maksimal meraih angka di setiap pertandingan,” sebut Dandri.
Dandri Dauri juga meminta seluruh pemain untuk cepat memahami taktik dan strategi yang diinginkan pelatih Risto Vidakovic. Dandri mengaku sangat memaklumi soal pemahaman taktik ini sedikit rumit mengingat sampai berakhirnya seri 2, Borneo FC sudah ditangani tiga pelatih yakni Mario Gomez di awal musim, kemudian Ahmad Amiruddin yang menjadi karteker setelah Gomez mengundurkan diri, serta Risto hingga saat ini.
Transisi pemahaman taktik dan strategi ini harus segera bisa diterima pemain dengan baik. “Tim ini memang dibentuk Gomez di masa persiapan. Namun ia akhirnya mundur saat baru menjalani dua pertandingan dan dilanjut Amir hingga seri 1 akan berakhir. Saya pikir Risto punya kesempatan banyak untuk mematangkan apa yang ia inginkan di masa persiapan sebelum seri 3 dimulai,” papar Dandri.
Hal terakhir yang juga jadi perhatian adalah soal fisik. Namun untuk menggenjot fisik pemain secara berlebihan, jelas tak bisa dilakukan saat ini. “Saya pikir pelatih bisa menyelipkan peningkatan fisik pemain di sela-sela latihan saat persiapan nanti,” Dandri mengakhiri.
Editor: Aspian Nur