Sudah pun lawan bermain dengan 10 orang dan unggul 2-0, nyatanya skor akhir menjadi 2-2, membuat Borneo FC menorehkan catatan quattrick alias empat kali hasil imbang dalam empat pekan yang sudah mereka lewati di kompetisi musim ini.
Pada laga sore tadi, sejatinya Borneo FC unggul segalanya. Memimpin 1-0 lewat gol sundulan Wildansyah menit 31, gempuran anak-anak dari Kota Tepian kian gencar karena menit ke-43 Persita harus bermain dengan 10 orang saat Irsyad Maulana diusir wasit usai mendapat kartu merah karena dianggap melakukan diving, hal mana yang mendapat protes keras dari kubu Laskar Cisadane terutama dari sang pelatih Widodo C Putro.
Gol kedua Borneo lahir menit ke-51 babak kedua lewat Francisco Torres. Keunggulan dua gol membuat Borneo lengah. Terus menekan, pertahanan terlupakan yang membuat Ahmad Hardianto mampu memperkecil ketinggalan jadi 2-1 memanfaatkan kesalahan kiper Angga Saputro yang terlalu ke depan meninggalkan gawang.
Alih-alih mempertahankan kemenangan, justru Laskar Cisadane mampu menyamakan skor menit 89 lewat sepakan Rifky Dwi Setiawan dimana Angga Saputro menghalau bola yang sudah masuk ke dalam gawang. Tak ada gol tambahan setelah gol ini karena skor akhir tetap 2-2.
Tak ada kata-kata yang dilontarkan Ahmad Amiruddin sebagai caretaker pelatih Borneo FC selain meminta maaf atas hasil ini.
"Pertama-tama saya mohon maaf terhadap Pak Presiden (Nabil Husein) kami terlalu enak di zona nyaman. Semua terpenuhi, gaji lancar, bonus besar tapi tidak bisa balas dipertandingan," ucap Ahmad Amiruddin selepas laga dikutip dari Goal.com.
"Saya merasa bersalah dan saya bertanggung jawab atas hasil ini. Saya akan evaluasi lagi," imbuhnya.
Amir mengungkapkan dua gol Persita murni kesalahan anak asuhnya yang seharusnya tak tidak terjadi. "Proses gol lawan saat kami unggul 2-0 adalah murni kesalahan kami sendiri. Kami kecolongan," sebut Amir.
Playmaker Borneo FC Sultan Samma bahkan sampai tidak berkata-kata atas hasil ini. "Tentu sulit berkata-kata dengan hasil ini. Kami kecewa karena kehilangan poin," ujar Sultan.
Hasil imbang ini layak jadi pertanyaan besar karena saat bermain imbang tiga kali sebelumnya menghadapi Barito Putera (1-1), Persib Bandung (0-0) dan Bali United (1-1), lini depan Borneo jadi sorotan karena banyak peluang yang tak mampu dimaksimalkan jadi gol. Namun menghadapi Persita, saat lini depan mulai tajam justru lini pertahanan yang terlihat rapuh. Hal ini membuat Ahmad Amiruddin perlu melakukan evaluasi mendalam kepada Borneo FC yang belum memperlihatkan konsistensi permainan.
Editor: Aspian Nur