Karena itulah, menghadapi Italia pada partai final di Wembley Stadium, London, Senin (12/7/2021) dini hari nanti, pelatih Gareth Southgate harus mencari strategi terbaik untuk setidaknya mencetak gol lebih dulu ke gawang lawan kalau tak ingin malu di depan pendukung sendiri.
Italia sendiri selama ini dikenal memiliki pertahanan kokoh. Dua pilar utama, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, sejatinya berusia tak lagi muda, namun terbukti sangat tangguh meredam serangan lawan.
Jelang laga final nanti, pengamat sepakbola Inggris Chris Sutton dari Sportsmail melihat ada tiga kunci yang bisa sangat menentukan hasil final.
Harry Kane vs Giorgio Chiellini
Duel Harry Kane melawan Giorgio Chiellini dipastikan jadi factor penting di laga ini. Sutton melihat Chiellini yang sudah berusia 36 tahun tampil konsisten “Final nanti mungkin jadi pertandingan terakhir baginya, tentu saja dia akan tampil semaksimal mungkin dan tak ingin pensiun dari timnas tanpa gelar juara. Harry Kane harus berpikir tentang hal itu,” kata Sutton.
Mason Mount vs Jorginho
Di lini tengah, Mason Mount harus bisa menghentikan Jorginho, karena kalau tidak Italia dapat memimpin pertandingan ini lebih dulu. “Siapa yang bisa menghentikan Jorginho di lini tengah selain rekan satu timnya di Chelsea, Mason Mount?,” ujar Sutton.
Mount sudah paham cara Jorginho bermain, menjatuhkannya dan menghentikan Italia dari menari mengikuti iramanya. Ini pekerjaan penting.
“Jika Mount dapat menghentikannya, maka dia memiliki setiap peluang untuk dinobatkan sebagai man of the match,” tegas Sutton.
Bukayo Saka vs Emerson
Kehilangan Leonardo Spinazzola sangat besar bagi Italia. Karena itulah siapa yang akan bermain di sisi kanan Inggris pada final nanti, entah Jadon Sancho atau Phil Foden, ketangguhan Emerson jadi taruhannya.
“Saka pasti sangat senang jadi starter menghadapi bek kiri Italia karena dia juga bagus dalam membantu bertahan. Lini kanan Inggris menghadapi bek kiri Italia, ini salah satu pertempuran penting,” tutup Sutton.
Penulis/Editor: Aspian Nur