Asisten pelatih Timnas Indonesia Choi In-cheul mengatakan, rangkaian pertandingan di kualifikasi Piala Dunia ini menjadi ajang yang bagus untuk melihat potensi pemain sebagai kerangka timnas senior di masa mendatang.
“Walaupun kami tidak bisa lolos dari fase grup di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 ini, tim kami tetap memiliki potensi dari para pemain muda ini, jadi kita akan tetap bekerja keras,” tegas In-cheul dikutip dari laman resmi PSSI.org.
“Meski Uni Emirat Arab sebagai tuan rumah, dan coach Shin tidak bisa duduk di bangku cadangan, tidak berarti kami akan lemah atau menyerah. Kami akan tetap berjuang bersama sebagai satu tim, dan memaksimalkan permainan.” tegasnya
In-cheul juga mengaku sudah mengantisipasi agresivitas UEA yang tampil garang di tiga pertandingan terakhir. Setelah melibas Yordania 5-0 dalam laga uji coba, Al-Abyad selanjutnya menggasak Malaysia 4-0 dan membungkam Thailand 3-1.
“Memang kualitas penyerangan UEA sangat baik. Tapi kami sudah analisa kelemahan mereka. Apalagi kami sudah latihan yang berkualitas, dan organisasi tim dengan pemain muda. Kami akan menunjukkan penampilan yang terbaik,” ucap In-cheul.
Sementara pencetak hattrick UEA di laga pertama lalu di Stadion Maktoum Bin Rashid Al Maktoum 10 Oktober 2019 lalu, Ali Mabkhout, menyoroti pentingnya laga ini UEA kini berada di posisi runner-up Grup G terpaut tiga poin dari Vietnam di puncak klasemen (14 poin).
Peraturan mengatakan hanya pemimpin klasemen yang dipastikan lolos ke babak selanjutnya ditambah empat dari delapan runner-up teratas. Melihat klasemen terkini, Ali Mabkhout mengaku yang paling penting ialah membantu tim menang, bukan untuk menjadi pencetak gol terbanyak.
"Apa saya akan mencetak gol atau tidak, yang terpenting adalah menang, saya selalu mencoba yang terbaik untuk membantu tim menang," kata Ali dikutip dari The National News.
Editor: Aspian Nur