Itulah yang membuat laga leg kedua malam nanti bakal berlangsung menarik, karena Persib dipastikan tancap gas sejak menit awal memburu tiga gol kalau mau mengangkat trofi. Namun bisakah Persib melakukan remontada? Misi yang berat mengingat mereka bakal tampil pincang pada leg kedua nanti.
Remontada sendiri adalah membalikkan keadaan dimana istilah ini lahir di Liga Champions saat Barcelona menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) tahun 2017 silam dimana Barca yang kalah 0-4 di markas PSG berbalik unggul 6-1 di Camp Nou, membuat aggregate menjadi 6-5 untuk keunggulan Barca.
Karena itulah menarik menunggu apakah Persib bisa melakukan remontada pada laga yang disebut El Clasico Indonesia ini. Berat, mengingat pelatih Persib Robert Rene Alberts tak bisa memasang dua pemain andalan, Febri Hariyadi dan Nick Kuipers karena akumulasi kartu kuning. Mau tak mau gelandang Dedi Kusnandar dan Beckham Putra diplot sejak menit awal jadi pengganti.
"Kami bermain jelek di leg pertama dan itu tak boleh terulang di pertandingan kedua nanti. Kami harus focus dan tampil tanpa beban. Kami akan berjuang untuk bisa membalikkan keadaan,'' tegas penyerang Persib, Ezra Walian, dikutip dari laman resmi Persib Bandung.
Robert Rene Alberts menegaskan timnya masih ada peluang. “Ini sepakbola, semua bisa terjadi, kami masih ada kesempatan untuk menang,” tegas Robert. “Dan ingat kami tak ingin menang lewat adu penalty, jadi kami harus berjuang untuk membalikkan keadaan. Kami tak akan menyerah sampai wasit meniup peluit tanda laga berakhir,” tegasnya.
Sementara Persija tak mau terlena dan tetap akan focus di leg kedua. "Kami tidak boleh berpikir sudah juara karena memenangkan pertandingan leg pertama. Kami harus memastikannya di pertandingan kedua dan konsentrasi penuh untuk itu,” tegas Sudirman, pelatih Persija.
Bek asal Italia Marco Motta meminta rekan-rekannya fokus sepanjang pertandingan dan tidak lengah. "Kami harus memikirkan cara untuk meraih trofi. Saya rasa nanti akan menjadi pertandingan menarik melawan rival yang bagus. Kami harus menang," ucap Marco Motta.
Secara kualitas, kedua tim cukup berimbang. Namun, secara mental, Persija berada di atas angin. Terlebih Persib tim yang paling sering kebobolan meski berhasil lolos ke final, sementara Persija sepanjang turnamen berlangsung hanya kebobolan tiga gol.
Perkiraan Susunan Pemain
PERSIB BANDUNG: Teja Paku Alam; Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Victor Igbonefo, Ardi Idrus; Dedi Kusnandar, Beckham Putra; Frets Butuan, Esteban Vizcarra, Wander Luiz, Ezra Walian.
PERSIJA JAKARTA: Andritany Ardhiyasa; Marco Motta, Yan Motta, Otavio Dutra, Tony Sucipto; Sandi Sute, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, Osvaldo Haay, Braif Fatari; Taufik Hidayat.
Editor: Aspian Nur