Meski kalah namun permainan Borneo FC dianggap pelatih Mario Gomez cukup impresif dan agresif sehingga memaklumi kekalahan timnya.
Gol cepat yang dicetak The Guardian, julukan Bhayangkara Solo FC, menurutnya karena anak asuhnya masih belum menyatu dalam visi permainan serta belum mengembalikan kebugaran pemain.
“Bukan hasil yang bagus karena kami membuat kesalahan di menit awal dan skema permainan kami jadi rusak. Tapi ini permainan bagus setelah satu tahun tidak bermain dan perlu diingat persiapan kami hanya satu bulan jadi belum maksimal. Kami akan meningkatkan permainan di pertandingan berikutnya,” kata Gomez dikutip dari situs resmi borneofc.id.
Setelah kebobolan di menit awal Borneo menurutnya mampu menekan lawan yang diperkuat nama-nama terkenal dan langganan timnas Indonesia. Hanya saja penyelesaian akhir sepertinya jadi masalah bagi Borneo FC karena banyak peluang tak berbuah gol. “Kami banyak peluang, tapi tidak bisa mencetak gol. Seharusnya kami bisa meraih hasil imbang,” ucap arsitek asal Argentina tersebut.
Amer Bekic yang diharapkan tampil tajam ternyata belum maksimal dan menurut Gomez dirinya harus menarik Bekic keluar karena sang pemain mendapatkan cedera paha ringan bukan karena tak mampu memanfaatkan peluang. “Dia ditarik keluar karena mendapatkan sedikit masalah di bagian paha,” jelas Gomez.
Wing kanan Borneo Terens Owang Puhiri mengaku dirinya dan rekan-rekannya kecewa dengan kekalahan ini. “Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, mungkin belum 100 persen. Ke depannya, kami akan bermain lebih baik lagi,” ucap Terens.
Borneo FC akan kembali berlaga hari Sabtu (27/3/2021) nanti menghadapi Persija Jakarta. Pertandingan ini bakal menarik karena kedua tim sama-sama kalah di laga pembuka sehingga jadi penentu siapa yang tersingkir dari persaingan di Grup B kalau kembali mengalami kekalahan.
Editor: Aspian Nur