Hampir 10 bulan tak menjalani kompetisi jelas membuat klub mengalami kerugian, bahkan sampai ada beberapa klub yang memutuskan untuk membubarkan diri. Tak hanya klub yang bermain, para suporter dan penikmat sepakbola Indonesia tentunya sangat merindukan adanya pertandingan.
Terkait perizinan yang tak kunjung keluar,Manajer Borneo FC Samarinda Farid Abubakar pun mempertanyakan. Bahkan dengan regulasi khusus selama pandemi ini, ia merasa jika perizinan kompetisi sulit didapat jika dibandingkan dengan beberapa acara yang juga membuat adanya kerumunan.
“Ada apa sebenarnya dengan sepakbola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? Terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman aja,” ucap Farid dikutip dari situs resmi klub Selasa (12/1/2021) hari ini. Adanya pandemi Covid-19 jelas membuat segala kegiatan yang melibatkan orang banyak menjadi terbatas. Farid pun memahami itu.
Manajemen tim Pesut Etam berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat jika kompetisi kembali digulirkan. Tak hanya Borneo FC Samarinda, namun seluruh klub pun telah sepakat dengan regulasi baru yang dibuat oleh PT LIB tahun lalu terkait protokol kesehatan yang wajib diterapkan oleh setiap klub.
Farid pun kembali mengingatkan kala Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mengingatkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali agar memperhatikan sepakbola. Ia berharap jika kejelasan kompetisi bisa segera terjawab.
“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digulir tanpa penonton. Tapi ada apa sebenernya ini dengan perizinan negara kita? Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, Pak’. Presiden meminta tolong ke Menpora agar sepakbola diperbaiki, bukan diberhentikan. Persoalan izin saya harap Menpora dan Presiden bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” harap Farid.
Terkait hal ini, LIB berencana mempercepat jadwal pertemuan dengan pemilik klub Liga 1 2020 untuk membahas kelanjutan kompetisi di masa pandemi Covid-19. Sebelumnya, LIB mengagendakan rapat pemilik klub digelar pada 22 Januari 2021. Kemudian LIB mendapatkan feedback dari klub yang meminta supaya pertemuan itu digelar lebih cepat.
"Rapat pemilik klub dipercepat ke tanggal 15 Januari atas permintaan klub. Sebetulnya klub hanya butuh keputusan soal liga kapan. Tadi pagi saya kirim undangan baru untuk tanggal 15 ke klub-klub," kata Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita dikutip dari situs resmi PSSI.
"Agendanya adalah ingin menanyakan ke klub bagaimana kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020. Apakah akan dilanjutkan atau tidak, karena sebetulnya yang paling berkepentingan di sini adalah klub," imbuhnya. (*)
Editor: Aspian Nur