Saat ini Borneo FC dikenal kerap melahirkan kiper-kiper langganan timnas, sebut saja Nadeo Argawinata dan Muhammad Ridho, meski keduanya sudah lagi tak berseragam Oranye. Kini mereka memiliki Gianluca Pandeynuwu yang tampil impresif serta mampu menggantikan peran Nadeo maupun Ridho.
Tak tanggung-tanggung, manajemen juga langsung mendatangkan pelatih kiper dari luar untuk selalu merawat tradisi tersebut. Di satu sisi, Nabil ingin membuat warga Kalimantan Timur bangga dengan tak hanya bercokol sebagai tim elit Liga 1 Indonesia. Tetapi bisa mewakili klub Kalimantan yang tampil di kompetisi Asia.
"Kami selalu punya motivasi serta impian tinggi. Kalau bukan Borneo FC, siapa lagi yang bisa membawa nama Kaltim ke pentas Asia seperti sekarang? Semua harus bisa diwujudkan," kata Nabil.
Menurutnya, bermain di pentas Asia bukan hanya persoalan hasrat semata, akan tetapi segala persiapan mesti disusun secara matang agar tak hanya menjadi pelengkap kompetisi bergengsi tersebut.
Salah satu persiapan yang sudah dilakukan yakni dengan mengantongi lisensi klub profesional AFC. Lisensi ini bukan sembarang syarat yang bisa dengan mudah didapatkan, apalagi Borneo termasuk klub baru. "Borneo FC dibangun dengan semangat serta kekompakan yang tinggi. Insyaallah semua aspek telah kami siapkan untuk menunjang tim berlaga di level tertinggi," sebut Nabil. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Selasa 22 Desember 2020 dengan judul Nabil Husein ingin Borneo FC jadi tim penyuplai pemain masa depan