Rapat terkait hal tersebut akan dibahas oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI, 16 Desember lusa. Tujuh klub yang berpeluang antara lain Arema FC, Bali United, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Bhayangkara Solo FC dan Borneo FC.
Nama terakhir sangat berharap dan antusias untuk bisa tampil di kompetisi Asia. Hal ini diungkapkan oleh gelandang klub berjuluk Pesut Etam tersebut, Wahyudi Hamisi, karena menilai timnya sudah layak tampil di level tersebut.
"Harapan saya, Insya Allah Borneo salah satu yang dipilih menjadi wakil dari Indonesia buat AFC nanti. Karena Borneo sudah pantas bermain di kancah Asia," ungkap gelandang pekerja keras itu, dikutip laman resmi klub. "Kalau terpilih nanti, insya Allah Borneo bisa membuktikan timnya tak hanya berprestasi di Indonesia, tapi di kancah Asia juga," sambung pemain yang akrab disapa Koko tersebut.
Hal senada juga dilontarkan oleh Terens Puhiri, pemain sayap Borneo. Sosok asal Papua ini mendukung siapa saja yang dipilih mewakili Indonesia untuk Piala AFC tahun depan, namun menilai Borneo sangat siap meningkat ke level Asia. "Kalau misalnya Borneo terpilih, buat saya pertama kami patut syukuri. Kedua, bersama-sama kami bekerja keras atas tanggung jawab yang diberikan PSSI," ujar mantan pemain Thai Port FC ini.
"Mari sama-sama kita mendoakan yang terbaik buat klub kita Borneo FC untuk terus berkarir di kancah Asia khususnya AFC. Siapa pun yang terpilih nanti, kita patut mendukung, dan mendoakan yang terbaik buat klub tersebut," tutupnya.
Bali United dinilai sudah pasti mendapatkan satu tiket untuk tampil di Piala AFC tahun depan karena status mereka masih juara bertahan Liga 1. Sementara PSM Makassar, yang merupakan juara bertahan Piala Indonesia, sudah tak mungkin main di Piala AFC tahun depan.
Pasalnya, klub berjuluk Juku Eja itu gagal mengantongi lisensi klub profesional AFC. Maka itu, kini PSSI harus menentukan siapa di antara tujuh klub tersebut yang layak tampil mewakili Indonesia tahun depan. (*)
Editor: Aspian Nur