“Alhamdulillah bisa ikut. Ini akan menambah ilmu saya di dunia sepak bola. Jelas saya sangat tertarik dengan keikutsertaan di kursus lisensi C,” ujar pria asli Samarinda ini dikutip korankaltim.com dari situs resmi klub Minggu (6/12/2020) hari ini.
Terhentinya Liga 1 sejak Maret lalu memang berdampak bagi klub dan pemain yang berkompetisi. Sejatinya skuat Pesut Etam sempat berkumpul Agustus lalu sebab ada kabar kompetisi akan berlanjut pada bulan September namun kembali diliburkan karena izin keramaian dari kepolisian tak kunjung keluar dan PT LIB dan PSSI akhirnya memutuskan untuk menunda lanjutan Liga 1 hingga tahun depan.
Hal nyaris sama juga diuraikan Abdul Rahman. Dia menyebutkan memang sudah lama mengincar kursus tersebut. Sebab, sebagai pesepakbola dirinya ingin memperkuat pijakannya dengan tak hanya sebagai pesepakbola, namun juga bisa beranjak ke dunia kepelatihan.
Abdul Rachman memang pernah mengungkapkan untuk menjadi pelatih sepakbola untuk anak-anak usia dini di kampung halamannya di Panajam Paser Utara. Ia berharap agar pelatihan ini bisa berjalan dengan lancar.
“Iya ini sudah lama ya mau ikut. Alhamdulillah semoga dilancarkan,” ujar Rachman. Selain Sultan dan Rachman, ada Wildansyah yang terlebih dulu mengikuti kursus kepelatihan C AFC di Kuningan yang berlangsung bulan lalu. Hal ini pun menambah daftar pemain yang mengikuti kursus kepelatihan.
Menanggapi kabar ini, Presiden klub Borneo FC Samarinda, Nabil Husien Said Amin mendukung penuh keputusan para pemainnya. “Pada intinya kami senang, pemain juga ingin memperdalam ilmu sepakbolanya. Tak hanya sebagai pemain, namun sudah memikirkan ke depannya seperti apa,” ucap Nabil. (*)
Editor: Aspian Nur